Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Kepala Satpol PP Jateng Sinoeng N. Rachmadi memberi keterangan pers seusai Gelar Pasukan Menjaga Kondusivitas Wilayah di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Sumarwoto) Gubernur Ganjar Pranowo didampingi Kepala Satpol PP Jateng Sinoeng N. Rachmadi memberi keterangan pers seusai Gelar Pasukan Menjaga Kondusivitas Wilayah di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Sumarwoto)
Kamis, 8 Februari 2018 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PILKADA 2018
Begini Instruksi Ganjar Pranowo kepada Satpol PP Jateng…

Pilkada serentak 2018 diharapkan Gubernur Ganjar Pranowo dapat turut dijaga kondusivitasnya oleh satpol PP se-Jateng.

Solopos.com, PURWOKERTO — Gubernur Ganjar Pranowo, Rabu (7/2/2018), tampil sebagai inspektur upacara Gelar Pasukan Menjaga Kondusivitas Wilayah yang dihadiri 1.420 personel satuan polisi pamong praja (Satpol PP) di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Kegiatan yang merupakan bagian dari HUT ke-68 Satpol PP dan HUT Ke-56 Satlinmas Jateng itu diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Jateng.

[Baca juga Hadapi Pilkada 2018, Satpol PP Jateng Gelar Pasukan di Depan Ganjar Pranowo]

Di hadapan ribuan aparat penegak perda dan kebijakan kepala daerah tersebut, Ganjar Pranowo yang kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 itu mengingatkan satuan polisi pamong praja dan satuan perlindungan masyarakat memiliki tugas dan tanggung jawab untuk merawat situasi kondusif wilayah. Namun, imbuhnya, dengan tetap mengedepankan sisi humanis dalam menjalankan tugas.

“Tegakkan selalu koordinasi dan sinergi dengan jajaran Polri, dengan jajaran TNI di mana pun kita berada,” katanya sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara.

Ganjar Pranowo sempat pula menginstruksikan aparat satpol PP ikut mengawasi pergerakan yang terjadi di dunia maya sehingga bisa mengetahui apa yang terjadi di sana. “Kita adalah satu bangsa, satu keluarga besar yang disebut Indonesia. Saya ingin Jawa Tengah menjadi barometer nasional dalam kontestasi demokrasi sehingga bisa kita tunjukkan bahwa pilkada ini bisa tertib, pilkada yang cerdas, yang mendidik, yang bermartabat, pilihan boleh beda, itu adalah keniscayaan,” katanya.

Saat ditemui wartawan seusai Gelar Pasukan Menjaga Kondusivitas itu, gubernur incumbent atau petahana yang kembali maju mencalonkan diri kembali dalam Pilgub Jateng bersama calon wakil gubernur Taj Yasin itu meminta pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 di provinsi ini dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan mengedukasi masyarakat. “Maka kita semua harus siaga, seluruh komponen masyarakat menjaga kenyamanan dan ketertiban,” pintanya.

Menurut dia, pihaknya juga minta para calon dan pendukungnya untuk ikut menjaga kondusivitas sehingga tidak sampai ada politik  bernuansa suku agama, ras, dan antargolongan (SARA), fitnah, hoaks atau berita bohong, termasuk yang ada di media sosial. “Kami tahu itu sulit, tapi kalau kita tidak mengupayakan, tidak keroyokan bareng-bareng, ya kita akan mengalami persoalan. Jawa Tengah akan diuji kedewasaan berpolitiknya dan saya yakin di Jawa Tengah masyarakatnya akan bisa menjaga itu semua,” tuturnya.

Ia mengatakan seluruh satpol PP dan forum komunikasi pimpinan daerah sudah berdiskusi untuk membicarakan permasalahan itu, Terkait dengan hoaks atau kabar bohong, Ganjar mengatakan satpol PP diminta untuk selalu mengikuti perkembangannya meskipun tidak memiliki instrumen yang bagus. Menurut dia, pihaknya sudah cukup aktif untuk memantau perkembangan berita-berita bohong itu. “Tapi alat-alat yang sangat canggih, tentu miliknya Polda [Kepolisian Daerah Jawa Tengah], sehingga kita bisa memantau untuk dilaporkan ke Polda,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…