Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Teras, Boyolali, membubuhkan tanda tangan pada spakduk ikrar tentang keamanan Pilgub Jateng 2018 di pendopo kecamatan setempat, Rabu (7/2/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/SOLOPOS) Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Teras, Boyolali, membubuhkan tanda tangan pada spakduk ikrar tentang keamanan Pilgub Jateng 2018 di pendopo kecamatan setempat, Rabu (7/2/2018). (Akhmad Ludiyanto/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 8 Februari 2018 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/SOLOPOS Boyolali Share :

PILGUB JATENG 2018
Tokoh Masyarakat Teras Boyolali Ikrar Jaga Keamanan Pilgub Jateng

Masyarakat Teras Boyolali ikrar jaga keamanan Pilgub Jateng 2018.

Solopos.com, BOYOLALI—Sejumlah elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Teras, Boyolali, berikrar bersama menjaga keamanan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) 2018. Kegiatan tersebut diadakan melalui acara Sarasehan Penyelenggara Pemilu, Partai Politik, dan Tokoh Agama Kecamatan Teras di pendopo kantor kecamatan setempat, Rabu (7/2/2018).

Dalam ikrar tersebut mereka menyatakan menolak dan menentang tindakan kekerasan, bentrok fisik, money politics, serta menghindari segala bentuk pelanggaran.

Masing-masing peserta Pemilu juga berperan aktif untuk memberikan imbauan dan penyuluhan kepada simpatisan agar tidak melakukan pelanggaran hukum. Selain itu, mereka juga berikrar mentaati peraturan pemilu, sportif, serta berkompetisi sehat dan jujur. Ikrar yang juga dicetak pada spanduk itu kemudian ditandatangi masing-masing elemen masyarakat. (baca: PILGUB JATENG 2018 : Lolos Seleksi Perdes, Anggota Panwas Sawit Mengundurkan Diri)

Kapolsek Teras, AKP Ahmad Nadiri, meminta kepada semua pihak agar ikrar tersebut ditaati.

“Ikrar yang juga merupakan kesepakatan bersama itu kami harapkan ditaati dan tidak dilanggar,” ujarnya kepada wartawan seusai acara.

Ia menambahkan salah satu kunci penting dalam mengantisipasi kerawanan keamanan menjelang Pilgub Jateng adalah komunikasi.

“Agar dalam pelaksanaan kegiatan Pilgub 2018 bisa berjalan lancar dan damai intinya adalah komunikasi antarsemua pihak,” imbuhnya.

Maka dari itu, dia meminta kepada warga masyarakat agar menyampaikan semua permasalahan kepada stake holder. Selanjutnya, permasalahan tersebut akan dicarikan solusi bersama.

“Jangan sungkan-sungkan kalau ada masalah sekecil apapun, nanti semuanya diselesaikan dengan cara komunikasi,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…