Ilustrasi Kawasan Industri Kendal (KIK). (JIBI/Kabar24/Dok.) Ilustrasi Kawasan Industri Kendal (KIK). (JIBI/Kabar24/Dok.)
Kamis, 8 Februari 2018 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PEREKONOMIAN JATENG
Ini Strategi Pemerintah Eks Keresidenan Semarang Pacu Perekonomian...

Perekonomian di Jawa Tengah (Jateng) upaya pengembangannya dilakukan dengan kerja sama interkoneksi antarlima pemerintahan yang ada di eks Keresidenan Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Sebagai upaya mengembangkan potensi ekonomi yang ada, lima pemerintahan yang ada di eks Keresidenan Semarang, Jawa Tengah (Jateng) menjalin kerja sama melalui pembangunan interkoneksi.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan kerja sama interkoneksi antar Pemkot Semarang, Pemkab Semarang, Kendal, Demak, serta Grobogan, sebenarnya sudah terjalin lama. Namun, kerja sama yang terjadi hanyalah sebatas hubungan kerja antarkepala daerah di eks Keresidenan Semarang.

“Semarang merupakan satu dari sembilan kota metropolitan yang ada di Indonesia. Sedangkan, Jateng merupakan daerah yang sedang berkembang sehingga Semarang dan sekitarnya merupakan pasar potensial untuk mendirikan industri,” tutur pria yang akrab disapa Hendi itu saat menghadiri acara diskusi bertajuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pembangunan Interkoneksi Antarkawasan di Hotel Patra Jasa, Semarang, Rabu (7/2/2018).

Hendi menambahkan saat ini Kota Semarang mempunyai 9 kawasan industri dan tidak memungkinkan untuk ditambah lagi. Kondisi itu pun membuat investor yang ingin membuat industri baru dapat melirik Kabupaten Kendal maupun Demak yang masih banyak lahan.

Selain itu, kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas yang mencapai 1 juta kapal membuat industri Semarang terus melaju dengan pesat. Namun karena kebanyakan kawasan industri sudah penuh, membuat investor harus beralih menuju ke kawasan sekitar Semarang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono, mengatakan interkoneksi antardaerah untuk mengembangkan potensi ekonomi harus segera dirapikan agar banyak investor masuk.

Kabupaten Semarang mempunyai banyak potensi industri di beberapa kawasan seperti Bawen, Ungaran, dan Bergas. Di kawasan itu banyak perusahaan yang mendirikan pabrik seperti Coca-Cola, Kong Huan, Sosro, dan lain-lain.

“Potensi yang bisa dikembangkan cukup banyak untuk industri dan juga pariwisata tinggal para investor memilih bisnis apa yang akan mereka jalankan. Pemerintah juga mendukung penuh adanya investor yang masuk,” bebernya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Noor Yudanto, menuturkan interkoneksi bisa berjalan dengan lancar asalkan infrastruktur dibuat dengan sebaik mungkin terutama untuk jalan raya.

Pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,27% membuat para pengusaha optimis usahanya akan berkembang. Di sisi lain interkoneksi yang kuat antarpemerintah daerah dapat menyokong perekonomian tumbuh lebih merata.

“Perkembangan ekonomi Jateng, kini sudah mulai merata di beberapa wilayah seperti eks Keresidenan Banyumas yang tertinggal saat ini sudah mulai maju dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,63%,” pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…