Suasana lokasi perampokan pasutri di Dukuh Wirosari RT 019, Ngrombo, Plupuh, Sragen, Kamis (8/2/2018). (Istimewa) Suasana lokasi perampokan pasutri di Dukuh Wirosari RT 019, Ngrombo, Plupuh, Sragen, Kamis (8/2/2018). (Istimewa)
Kamis, 8 Februari 2018 17:35 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

PERAMPOKAN SRAGEN
Pasutri Mondokan Dirampok, Begini Kronologi Lengkapnya

Pasangan suami istri asal Mondokan, Sragen, dirampok dalam perjalanan pulang dari mengambil uang penjualan gabah.

Solopos.com, SRAGEN — Aparat Polres Sragen langsung mengejar dua perampok yang membawa lari uang senilai Rp275 juta milik pasangan suami istri (pasutri) asal Mondokan, Kamis (8/2/2018) siang. Kedua perampok lari ke arah Gemolong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis siang, pasangan suami istri juragan beras itu naik truk warna kuning dengan bak warna merah pulang dari Solo. Truk berpelat nomor Sragen itu dikemudikan Tiyono, 51, sementara istrinya, Suwarni, 45, duduk di kursi penumpang di sebelahnya. (Baca: Pasutri Mondokan Dirampok di Jalan, Uang Tebasan Padi Rp275 Juta Amblas)

Pasutri warga Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Sragen, itu dalam perjalanan pulang dari mengambil uang hasil penjualan gabah senilai Rp275 juta di rumah juragan beras, Eni Jamilah, 37, di Dukuh Jarak, Desa Karanganyar, Plupuh.

Mereka pulang menuju Mondokan lewat Desa Ngrombo, Plupuh. Sesampainya di Dukuh Wirosari RT 019/RW 004, sekitar pukul 12.30 WIB, Suwarni meminta berhenti karena hendak menjalankan Salat Duhur. Mereka berhenti di depan musala milik Rahmat, 50, warga setempat.

Suwarni turun dan meninggalkan tasnya yang berisi uang Rp275 juta di kursi penumpang. Sumarni mengambil air wudu sementara Tiyono menunggu di dalam truk dan mesin truk masih menyala.

Tiba-tiba dua orang datang mengendarai sepeda motor Honda CBR dan berhenti di samping truk sebelah kiri. Salah satu laki-laki tak dikenal itu membuka pintu truk dan mengambil tas Sumarni yang berisi uang.

Tiyono berusaha merebut kembali tas itu. Tiyono dan perampok sempat berebut tas. Tiyono kalah dan perampok kabur ke arah Brumbung, Tanon. Tanto, 27, warga yang saat itu berada di depan musala langsung mengambil motor Yamaha Vixion dan mengejar dua perampok itu.

Sesampainya di simpang empat Brumbung, perampok belok ke barat ke arah Gemolong. Tanto mengikutinya dari belakang.

Sesampainya di barat SPBU Karangasem, Tanon, perampok menodongkan senjata api ke arah Tanto. Pemuda itu pun menghentikan motornya karena takut ditembak dan kembali pulang. Perampok kabur ke arah Gemolong. Hingga berita ini diunggah, polisi dari beberapa polsek sekitar masih berusaha mengejar kedua perampok.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…