Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP William Thamrin Simatupang, secara simbolis memberikan kendaraan becak motor kepada pemiliknya setelah membuat surat pernyataan, Rabu (7/2/2018). (Istimewa/Polres Ponorogo) Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP William Thamrin Simatupang (kiri), secara simbolis memberikan kendaraan becak motor kepada pemiliknya setelah membuat surat pernyataan, Rabu (7/2/2018). (Istimewa/Polres Ponorogo)
Kamis, 8 Februari 2018 05:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Pengemudi Bentor Ponorogo Disarankan Beralih Menjadi Ojek Online

Satlantas Polres Ponorogo memberikan kemudahan bagi pengemudi bentor yang terjaring razia.

Solopos.com, PONOROGO — Pengemudi becak motor (bentor) di wilayah Ponorogo diminta untuk beralih pekerjaan. Salah satunya bisa menjadi pengemudi ojek online yang saat ini aplikasinya sudah bisa diakses di Ponorogo.

Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP William Thamrin Simatupang, mengatakan saat dilakukan penertiban kendaraan bentor di wilayah Ponorogo ada 46 bentor disita karena melanggar peraturan lalu lintas. Saat ini sudah ada 16 kendaraan bentor yang diambil pemiliknya.

William menyampaikan sebelum kendaraan bentor itu diambil pemiliknya terlebih dahulu harus membuat surat pernyataan yang berisi untuk merubah bentor tersebut menjadi becak kayuh. Selain itu menyatakan tidak akan mengubah kembali menjadi becak motor.

“Selain itu, mereka juga harus membayar denda di Pengadilan Negeri Ponorogo,” kata William, Rabu (7/2/2018).

Dia menyampaikan pengambilan kendaraan bentor yang melanggar aturan tersebut dipermudah asalkan mau untuk membuat surat pernyataan. Pemkab Ponorogo juga akan memberikan fasilitas kepada para pengemudi bentor.

William menuturkan pengemudi bentor diharapkan mau berganti pekerjaan sebagai pengemudi ojek online dengan pengadaan sepeda motor dibantu Pemkab Ponorogo. Selain menjadi ojek online, para pengemudi bentor ini bisa beralih pekerjaan lain seperti membuat usaha dan dana usaha akan dibantu pemerintah.

“Hari ini kami menyerahkan satu unit kendaraan bentor kepada pemiliknya Kardi, warga Sukorejo karena telah memenuhi syarat seperti membayar denda maupun membuat surat pernyataan,” jelas Willliam.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…