Foto ilustrasi. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja) Foto ilustrasi. (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 8 Februari 2018 07:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Longsor Kali Pleret Tertangani, Kali Opak Belum

Hujan yang terjadi di Sleman sepekan terakhir, menyebabkan longsor di beberapa talut

Solopos.com, SLEMAN- Hujan yang terjadi di Sleman sepekan terakhir, menyebabkan longsor di beberapa talut. Sebagian sudah ditangani, sebagian lainnya belum dibenahi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan menjelaskan, longsor terdeteksi sejak Sabtu (3/2/2018) malam di tebing sungai Pleret (hulu sungai pelang) wilayah Gejayan, Condongcatur Depok. Tanah yang longsor setinggi empat meter, sepanjang 10 meter selebar lima meter.

“Penyebabnya akibat hujan yang terus menerus turun di sekitar lokasi. Hari ini [kemarin] selesai ditangani,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (7/2/2018).

Proses perbaikan longsor memakan waktu karena tidak hanya melongsorkan material bebatuan saja. Di lokasi tersebut sebuah pohon Rampelas berdiameter 35cm juga ikut tumbang melintangi sungai.

Selain itu, kata Makwan, longsor juga mengancam pagar rumah milik Andi Jaka, 68. “Pondasi pagar dengan bibir sungai berjarak kurang lebih satu meter saat ini. Jadi cukup membahayakan,” katanya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman, melakukan proses pemotongan pohon yang melintang di sungai dengan hati-hati. Pasalnya, posisi akar pohon tersebut berongga, dikawatirkan setelah terpotong roboh dapat membahayakan pemotong.

“Di sebelah jalur akar, terdapat bongkahan penguat pondasi runtuh, dikawatirkan kalau runtuh tertarik ikut runtuh. Jadi proses evakuasinya cukup memakan waktu,” jelas Makwan.

Berbeda dengan itu, talut di bantaran Kali Opak yang longsor pada Selasa (23/1/2018) lalu sampai saat ini masih belum ditangani. Talut tersebut longsor sekitar 10 meter setinggi empat meter dan mengancam kandang peternakan ayam milik Sarwono, 50 RT 5/07 Bokoharjo, Prambanan.

Talut tersebut longsor akibat tidak kuat menahan air hujan yang turun Januari lalu. BPBD Sleman menyerahkan penanganan perbaikan talut tersebut ke BBWSSO DIY sesuai kewenangannya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…