Persebi Boyolali (Facebook)
Kamis, 8 Februari 2018 05:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 3
Regulasi Belum Terbit, Persebi Boyolali Tunda Seleksi Pemain

Liga 3 akan diikuti oleh Persebi Boyolali.

Solopos.com, BOYOLALI — Persebi Boyolali memilih menunda proses seleksi pemain baru lantaran Asprov PSSI Jateng belum menerbitkan regulasi Liga 3 Region Jateng. Sedianya, seleksi pemain itu dilaksanakan pada pertengahan Januari 2018 lalu.

Manajer Persebi Boyolali, Sunarno, mengaku belum berani menggelar seleksi pemain demi menghemat biaya operasional tim. Terlebih, regulasi dan jadwal kompetisi Liga 3 juga belum dirilis oleh Asprov PSSI Jateng.

“Menurut informasi yang kami terima, seluruh askab dan askot PSSI di Jateng akan dilibatkan dalam pembahasan regulasi itu. Infonya rapat pembahasan regulasi itu dilaksanakan bulan ini. Tapi, sejauh ini belum ada undangan dari Asprov PSSI Jateng,” jelas Sunarno saat dihubungi Solopos.com, Rabu (7/2/2018).

Dalam rapat itu, Persebi akan mengusulkan supaya Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Jateng lebih bijaksana dalam mengambil keputusan tekait terjadinya insiden dalam pertandingan. Sunarno menginginkan komdis tidak mengedepankan kepentingan pribadi atas polemik yang telah terjadi.

“Buang jauh kepentingan pribadi itu. Lihatlah bagaimana perjuangan klub itu. Perjuangan anak-anak ini harus dihargai. Jangan sampai membuat keputusan yang merugikan klub. Intinya, kejadian yang dialami Persebi musim lalu tidak boleh terjadi pada musim berikutnya. Itu adalah kenangan buruk bagi Persebi. Mudah-mudahan hanya Persebi yang mendapat perlakuan tidak adil seperti itu,” papar Sunarno.

Sunarno memastikan Persebi tahun ini tetap mendapat dukungan penuh dari Bupati Boyolali Seno Samudro. Orang nomor satu di Boyolali itu kembali menjadi donatur utama klub dalam mengarungi Liga 3 musim depan. Seno Samodro diyakini bakal menggelontorkan dana sekitar Rp1 miliar untuk Persebi Boyolali.

“Kalau tidak ada Pak Seno, saya tidak tahu Persebi mau jadi apa. Cari sponsor untuk tim Liga 3 itu sulitnya minta ampun. Kebanyakan perusahaan itu mau menjadi sponsor untuk menopang pengeluaran kecil-kecil seperti jersey atau jaket. Untuk biaya operasional tim dan gaji pemain, kebanyakan sponsor tidak mau,” terang Sunarno.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…