Nenek-nenek asal Jl. Dawung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jateng yang kerap meghilang dari rumahnya. (Facebook.com-Budi Sulistiyanto) Nenek-nenek asal Jl. Dawung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jateng yang kerap meghilang dari rumahnya. (Facebook.com-Budi Sulistiyanto)
Kamis, 8 Februari 2018 19:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH TRAGIS
Hidup Sendiri, Nenek-Nenek di Semarang Ini Kerap Menghilang

Kisah tragis dialami seorang nenek-nenek di Kota Semarang yang kerap menghilang dari rumahnya.

Solopos.com, SEMARANG – Seorang nenek-nenek harus mengalami kisah tragis dengan hidup sebatang kara di rumahnya di Jl. Dawung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Nenek-nenek tersebut dikabarkan kerap menghilang dari rumahnya lantaran sudah pikun.

Kisah tragis wanita lanjut usia itu kemudian mencuat di media sosial Faceboook setelah ia ditemukan sendirian di tepi Jl. Setia Budi, Banyumanik, Senin (5/2/2018) dini hari. Pengguna akun Facebook Budi Sulistiyanto mengungkapkan penemuan wanita tersebut di dinding grup Facebook Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar).

Pengguna akun Budi Sulistiyanto menjelaskan wanita tersebut seakan bingung saat ditanyai anggota Bankom Polrestabes Semarang dan MIK Semar Sigap. “Jawaban nenek tersebut ngelantur, cuma ditanyai alamat menyebutkan Dawung,” ungkapnya.

Benar saja, nenek tersebut ternyata tinggal di Jl. Dawung, Kelurahan Pudak Payung, Kecamatan Banyumanik. Sontak anggota Bankom Polrestabes Semarang dan MIK Semar Sigap langsung mengantarnya pulang.

Berdasarkan keterangan dari warga Jl. Dawung, nenek-nenek itu memang kerap menyandang status orang hilang lantaran kerap berkelana tanpa tujuan. “Benar nenek tersebut sering keluar sendiri, dan info terakhir sekitar satu minggu diantar pihak kepolisian dari Polsek Magelang. Nenek tersebut hidup sendirian di rumah,” beber pengguna akun Facebook Budi Sulistiyanto.

Tak pelak kisah tragis nenek-nenek yang kerap menyandang status orang hilang itu kemudian mengundang perhatian netizen. Tak sedikit yang berharap wanita lanjut usia itu segera mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat atau setidaknya ditempatkan di panti jompo agar dapat hidup secara layak.

Belum genap 24 jam diselamatkan, kisah tragis itu sudah ratusan kali dikomentari dan mendapatkan tanda suka tak kurang dari 1.400 kali. Beberapa netizen juga membagikan kisah tragis itu agar banyak pihak berwenang yang mengetahuinya. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…