Nenek-nenek panjat genting saat banjir tenggelamkan rumahnya (Instagram) Nenek-nenek panjat genting saat banjir tenggelamkan rumahnya. (Istimewa/Instagram)
Kamis, 8 Februari 2018 14:45 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Ini Momen Nenek-Nenek Panjat Genting Selamatkan Diri dari Banjir

Nenek-nenek bersusah payah memanjat genting saat jakarta ban

Solopos.com, JAKARTA –  Video yang menampilkan nenek-nenek memanjat genting rumah demi mengevakuasi dirinya saat banjir viral di media sosial. Tanpa bantuan yang memadai, nenek-nenek itu berhasil menyelamatkan diri dari banjir yang hampir menenggelamkan rumah.

Video amatir tersebut diunggah pengguna akun Instagram @piet_violet, Selasa (6/2/2018). Dalam video yang diunggah dalam dua bagian itu tampak nenek-nenek berkaus cokelat celana hijau tampak berada di genting sebuah rumah. Di ujung genting itu tampak air banjir yang tampak terus meninggi.

Nenek-nenek itu berusaha melewati genting untuk menuju ke rumah terdekat yang lebih tinggi. Proses evakuasi yang dilakukan seorang diri oleh si nenek-nenek itu berlangsung menegangkan. Si nenek-nenek hanya dipandu oleh beberapa orang disekitarnya.

Terdengar beberapa orang memandu si nenek agar lebih berhati-hati saat mencari pijakan agar terhindar  dari menginjak kayu rapuh. Sang nenek juga sempat dipandu untuk memindahkan genting agar mendapat pijakan lebih stabil di kayu. Perjuangan si nenek-nenek tak selalu lancar. Dia sempat dikerubuti semut yang bersembunyi di balik genting yang ia pindahkan.

Setelah menjalani proses memanjat kurang lebih satu menit, si nenek akhirnya mencapai tangan orang yang memandunya dan dapat diangkat ke tempat yang lebih tinggi.

Diungkap di akun @hitzmedsos, Rabu (7/2/2018), video tentang nenek-nenek yang memanjat genting untuk menghindari banjir itu terjadi di Gang Buntu, Pasar Minggu, dekat Jembatan Gantung Codet, Jakarta Selatan.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…