Rambu larangan melintas bagi truk dan mobil boks dipasang di ujung Jembatan Lengking yang dibuka sejak Senin (5/2/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos) Rambu larangan melintas bagi truk dan mobil boks dipasang di ujung Jembatan Lengking yang dibuka sejak Senin (5/2/2018). (Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos)
Kamis, 8 Februari 2018 08:35 WIB Trianto Hery Suryono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

INFRASTRUKTUR SUKOHARJO
Jembatan Lengking Dibuka, Warga Berharap Jalannya Juga Diperbaiki

Jembatan Lengking yang menghubungkan Kecamatan Nguter dan Kecamatan Bulu yang baru selesai dibangun dibuka untuk kendaraan.

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sukoharjo membuka akses Jembatan Lengking bagi masyarakat pengguna jalan minus truk. Jembatan itu menghubungkan Kecamatan Nguter dengan Kecamatan Bulu.

Mobil dan sepeda motor bisa memanfaatkan jalur alternatif antarkecamatan tersebut. Dibukanya akses untuk umum memperpendek jarak dan waktu tempuh masyarakat Bulu ke Sukoharjo Kota.

Warga Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Sahid, kepada Solopos.com, Rabu (7/2/2018), mengungkapkan Jembatan Lengking dibuka mulai Senin (5/2/2018). “Ada portal di ujung jembatan sehingga truk dan mobil boks tak bisa melintas. Namun mobil dan sepeda motor sudah banyak yang melintasi jembatan itu,” katanya.

Dia membandingkan sebelum Jembatan Lengking dibangun untuk pergi ke Sukoharjo kota via Jembatan Banmati, Desa Banmati, Kecamatan Tawangsari. “Tadi [Rabu pagi] saya hanya membutuhkan waktu 10 menit hingga 15 menit untuk sampai ke Kantor PMI Sukoharjo. Dulu via Jembatan Banmati dibutuhkan waktu 20 menit hingga 25 menit. Selain waktu jarak tempuh juga lebih singkat sekitar empat kilometer hingga lima kilometer.”

Baca:

Telan Rp12,4 Miliar, Jembatan Lengking Impian Warga Selama 38 Tahun Terealisasi

Warga Nekat Lintasi Jembatan Lengking Meski Beton Belum Kering

Warga Nguter, Sulardi, berharap jalan alternatif sepanjang Desa Tanjung, Kecamatan Nguter, menuju Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, diperbaiki. “Jalan rusak parah. Lubang jalan cukup dalam sehingga membahayakan pengguna jalan. Apalagi jika turun hujan, lubang jalan akan tertutup air dan sulit ditebak pengguna jalan sehingga terperosok lubang dan jatuh,” katanya.

Selain kerusakan jalan, Sulardi meminta rambu petunjuk arah segera dipasang agar pengguna jalan tidak tersesat. Dia mencontohkan jalur Jembatan Brangkal, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, sudah terpasang rambu petunjuk arah sehingga memudahkan pengguna untuk menelusuri jalur alternatif tersebut.

“Perlu ada penyempurnaan sehingga jalan aman dan nyaman bagi semuanya. Kami mengapresiasi iktikad Pemkab Sukoharjo yang membangunkan Jembatan Lengking karena ekonomi masyarakat desa akan segera tumbuh.”

Kepala Dinas PUPR Sukoharjo, Suraji, kepada wartawan mengonfirmasi pembukaan palang Jembatan Lengking awal pekan ini. “Palang jembatan sudah dibuka 5 Februari kemarin tetapi portal tetap ditutup. Keberadaan portal untuk mengantisipasi truk dan mobil boks melintas di Jembatan Lengking. Akses jembatan sudah bisa dilewati sepeda motor maupun mobil,” ujarnya.

Dia menjelaskan mobil harus hati-hati dan antre saat melintas karena lebar Jembatan Lengking tidak bisa untuk berpapasan dua mobil. “Pengemudi harus bersabar menunggu giliran melewati Jembatan Lengking apabila dari arah berlawanan sudah ada mobil yang masuk jembatan lebih dahulu. Seperti di Jembatan Brangkal itu pola antre juga berjalan dengan baik,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…