Warga Tegalsari, Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo membentangkan spanduk protes karena tidak ada sinyal telepon seluler di wilayah ini, Rabu (7/1/2018).(Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja) Warga Tegalsari, Purwosari, Girimulyo, Kulonprogo membentangkan spanduk protes karena tidak ada sinyal telepon seluler di wilayah ini, Rabu (7/1/2018).(Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 8 Februari 2018 09:40 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Geram Tak Ada Sinyal, Warga Pasang Spanduk Protes

Ribuan keluarga tidak bisa mendapat akses telekomunikasi.

Solopos.com, KULONPROGO–Sekitar 110 keluarga yang tinggal di Tegalsari, Purwosari, Girimulyo terpaksa merasakan hidup tanpa akses informasi yang memadai. Pasalnya sinyal saluran telepon seluler tidak menjangkau wilayah ini.

Lantaran tidak adanya sinyal, segenap masyarakat memasang spanduk berisi protes di tepi jalan. aksi itu diambil lantaran warga tidak tahu lagi ke mana mengadukan permasalahan tersebut.

Kepala Dusun Tegalsari, Sajuliyanta saat ditemui Harianjogja.com, Rabu (7/2/2018) mengungkapkan masyarakat Tegalsari sudah tertinggal dari dusun dan desa tetangga. Dusun Tegalsari yang berada di antara objek wisata Gua Maria dan Ayunan Langit Watu Jaran itu terus tertinggal karena tidak mengetahui informasi dari luar desa atau dari sumber lainnya.

“Informasi yang masuk ke dusun kami pasti terlambat. Bila ingin mendapat informasi, kami harus ke desa sebelah untuk mendapatkan sinyal [telepon seluler] terlebih dahulu,” kata pria yang akrab disapa Juli itu.

Juli menengarai menara telokomunikasi yang terletak di daerah tetangga yakni Dusun Jonggrangan Desa Jatimulyo yang diklaim dapat memberikan layanan sinyal ke Desa Purwosari tidak benar. Sebab bukit yang berada di Purwosari lebih tinggi dari bukit yang berada di Dusun Jonggrangan.

“Harusnya pemasangannya tidak di Jonggrangan karena lebih tinggi yang di sini [Purwosari], jadi bukit kami yang harusnya dipasangi tower [menara telekomunikasi] malah menghalangi masuknya sinyal,” jelasnya.

Hal itu membuat masyarakat Tegalsari geram. Bahkan Juli berani memastikan, masyarakat Desa Purwosari yang memiliki lebih dari 1.000 keluarga tidak mendapatkan layanan telekomunikasi yang baik. Masyarakat semakin geram akibat Desa Purwosari yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo itu tidak memiliki sinyal padahal Dusun Pandanrejo, Kaligesing, Purworejo justru bisa mengakses layanan telekomunikasi.

“Gimana masyarakat tidak geram? Desa sebelah ada sinyal dari Purworejo di sini malah tidak ada sinyal. Makanya kami pasang spanduk di sepanjang jalan,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…