Rohadi Widodo dan Ida Retno Wahyuningsih menjawab pertanyaan wartawan saat mendaftar Pilkada Karanganyar, (Istimewa) Rohadi Widodo dan Ida Retno Wahyuningsih menjawab pertanyaan wartawan saat mendaftar Pilkada Karanganyar, (Istimewa)
Kamis, 8 Februari 2018 18:03 WIB Karanganyar Share :

Detik-Detik Menegangkan Turunnya Rekomendasi Rohadi-Ida Maju Pilkada Karanganyar

Rohadi akhirnya maju dalam Pilkada Karanganyar berpasangan dengan Ida.

Solopos.com, KARANGANYAR – Suasana Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar Rabu (17/1/2018) malam diramaikan oleh sekumpulan wartawan dan petugas keamanan. Semakin larut suasana kian ramai.

Malam itu santer beredar kabar Rohadi Widodo, Wakil Bupati Karanganyar akan mencalokan diri. Petugas keamanan, para jurnalis baik online, media cetak maupun televisi malam itu sudah ngepos di Kantor KPU.

Hari itu merupakan batas akhir pendaftaran calon bupati-wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Karanganyar 2018.

Waktu terus bergerak maju mendekati pukul 24.00 WIB. Satu jam sebelum batas akhir penutupan perpanjangan pendaftaran Pilkada Karanganyar 2018, pada Rabu malam, pasangan Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih belum mengantongi rekomendasi dari Partai Gerindra.

Saat itu, surat rekomendasi sedang dikirim langsung dari Jakarta ke Karanganyar melalui jalur darat via Semarang.

“Sampai pukul 23.00 WIB, saya belum mendapatkan suratnya. Saat kami hubungi,  dijawab utusan yang membawa surat rekomendasi ini sudah sampai Palur. Beberapa kali ditelepon dijawab baru sampai Palur. Tapi kok Palur-Karanganyar bisa berjam-jam?  Tentunya deg-degan nanti kalau daftar di KPU ditampa ora?,” kata Rohadi mengenang kembali detik-detik pendaftaran dirinya ke KPU Karanganyar untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2018.

Panjatkan Doa

Rohadi dan timnya sudah memasrahkan diri mereka kepada Allah SWT. Mereka bahkan memilih masjid sebagai tempat istirahat dan memanjatkan doa agar upaya mereka dilancarkan.

Di sela-sela menunggu kepastian rekomendasi dari Gerindra ini, Rohadi, yang sudah lebih dulu mendapat rekomendasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Ida sempat berfoto untuk melengkapi syarat pendaftaran di KPU.

Mereka berdua juga berupaya tetap tenang meski waktu pendaftaran sudah sangat mepet. Ida yang kala itu difoto mengaku sempat grogi karena tidak percaya diri.

“Ekspresi saya saat difoto terlihat tegang, mungkin grogi. Makanya fotonya sampai berkali-kali, 100 jepretan mungkin ada,” kata Ida sambil terkekeh.

Sekitar pukul 23.15 WIB, surat rekomendasi dari Gerindra yang menjadi persyaratan akhirnya sampai di tangan Rohadi-Ida. Mereka kemudian langsung ke KPU untuk mendaftar. Berkas pendaftaran mereka dinyatakan lengkap sekitar pukul 02.02 WIB, Kamis (18/1).

Pekik suara takbir dari kubu Rohadi-Ida pada dini hari itu juga sempat membuat Ida merinding. Dia baru mengetahui rekomendasi itu baru sampai di tangan mereka pada malam itu.

“Sampai malam itu saya tidak diberi tahu kalau tidak ada rekomendasi ya tidak bisa mendaftar. Beliau [Pak Rohadi] juga tidak menampakkan wajah cemas atau apapun, malah terlihat rileks. Saya tambah yakin untuk mendukung Pak Rohadi maju dalam Pilkada Karanganyar 2018,” kata perempuan berlatar belakang pengusaha ini.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…