Lokasi yang digunakan Hani terjun di Sungai Bengawan Madiun, Kamis (8/2/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Lokasi yang digunakan Hani terjun di Sungai Bengawan Madiun, Kamis (8/2/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 8 Februari 2018 19:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BUNUH DIRI MADIUN
Wanita Terjun ke Sungai Bengawan Madiun Curhat "Aku Pengin Mati"

Bunuh diri Madiun, seorang perempuan yang terjun di Sungai Bengawan sebelumnya curhat soal masalah keluarganya.

Solopos.com, MADIUN — Perempuan yang terjun ke Sungai Bengawan Madiun, Rina Nur Batiah atau Hani, 25, mengaku memiliki masalah dengan keluarganya. Hani bercerita berasal dari keluarga broken home karena ditinggal cerai orang tuanya.

Hal itu terungkap dari keterangan Wahyu Prasetyo, 19, pelajar yang menemani Hani di bantaran Sungai Bengawan Madiun hingga perempuan itu terjun ke sungai, Kamis (8/2/2018) pagi.

Ditemui Madiunpos.com di Polsek Manguharjo, Kamis siang, Wahyu bercerita sebenarnya baru mengenal Hani semalam. Pada Rabu (7/2/2018) malam, Wahyu mengaki sedang ngopi di angkringan di Maospati, Kabupaten Magetan, bersama teman-temannya. Saat itu ada Hani yang dibawa temannya, kemudian mereka saling berkenalan.

Siswa kelas XII SMKN di Ngawi itu kemudian diajak Hani ke Madiun untuk menemui ayahnya yang tinggal di Madiun. Wahyu mau menerima tawaran itu dan keduanya pun berboncengan menuju Madiun. (baca: Seorang Wanita Terjun ke Sungai Bengawan Madiun)

Sesampainya di Madiun, mereka tidak langsung menuju ke rumah ayah Hani melainkan mampir ke tempat karaoke yang ada di Kota Pecel. Mereka pun bernyanyi di tempat karaoke. Setelah selesai di tempat karaoke, keduanya langsung menuju ke Taman Bantaran.

“Kita kemudian ngopi di warung yang ada di Taman Bantaran,” jelas dia.

Saat berada warung itu, kata Wahyu, Hani bercerita sedang memiliki masalah dengan keluarganya. Bapak dan ibunya cerai. Saat ini bapak Hani sudah menikah lagi.

Mencoba Bunuh Diri

Setelah minum kopi, keduanya kemudian menenggak minuman keras (miras) di taman tersebut. Tiba-tiba perempuan yang ber-KTP Yogyakarta ini menuju ke Sungai Bengawan Madiun dan diikuti Wahyu.

Di pinggir sungai, Hani bercerita kalau pada tahun 2009 sempat mencoba bunuh diri di tempat yang sama dan diselamatkan orang. “Jadi dia di pinggir sungai ingin mengenang masa lalunya. Dulu sempat mau bunuh diri,” ujar dia.

Setelah bercerita itu, perempuan tersebut langsung terjun ke sungai. Wahyu yang melihat itu langsung terjun ke sungai untuk menyelamatkan perempuan itu. Tetapi apa daya, saat itu kondisi arus sangat deras dan Wahyu tidak sanggup menyelematkannya. Hingga akhirnya Wahyu menepi dan meminta tolong warga.

Yang diingat Wahyu sebelum Hani terjun yaitu berkata ingin mati saja. “Aku pengen mati,” ujar Wahyu menirukan perkataan Hani sebelum terjun ke sungai.

Dia mengaku kaget dengan tindakan yang dilakukan Hani hingga akhirnya terjun ke sungai. Pada Kamis ini Wahyu terpaksa tidak masuk sekolah karena harus menjalani pemeriksaan di kantor polisi. (baca juga: Wanita Terjun ke Sungai Bengawan Madiun Diduga Habis Tenggak Miras)

Ada sekitar 20 petugas dari BPBD Kota Madiun yang menyisir Sungai Bengawan Madiun. Hujan deras mengguyur wilayah Madiun. Pencarian pun dihentikan karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…