Tim gabungan bersama warga berusaha menyingkirkan batang pohon asam yang tumbang di Dukuh Gandu RT 002 Desa Nganti, Gemolong, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 14.20 WIB. (Istimewa/Kasi Trantib Gemolong/Sigit Wardoyo) Tim gabungan bersama warga berusaha menyingkirkan batang pohon asam yang tumbang di Dukuh Gandu RT 002 Desa Nganti, Gemolong, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 14.20 WIB. (Istimewa/Kasi Trantib Gemolong/Sigit Wardoyo)
Kamis, 8 Februari 2018 17:42 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

BENCANA SRAGEN
Pohon Berusia 100 Tahun Tumbang Melintang di Jalan Gemolong

Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan pohon asem berusia 100 tahun di Gemolong, Sragen, tumbang melintang di jalan.

Solopos.com, SRAGEN — Pohon asem berusia sekitar 100 tahun di Dukuh Gandu RT 002 Desa Nganti, Gemolong, Sragen, tumbang saat turun hujan deras disertai angin kencang, Kamis (8/2/2018) sekitar pukul 14.20 WIB. Pohon berdiameter 3 meter tersebut tumbang dengan posisi melintang di jalan raya.

Kondisi tersebut membuat pengguna jalan tak dapat lewat sehingga harus dialihkan ke jalur alternatif terdekat. Kasi Trantib Kecamatan Gemolong, Sigit Wardoyo, saat dihubungi Solopos.com, Kamis, mengatakan pohon asem yang tumbang itu panjangnya 15 meter dan diameter 3 meter.

Pohon tersebut diperkirakan telah berusia 100 tahun. “Sebelum pohon tumbang wilayah Gemolong diguyur hujan deras disertai angin. Lalu sekitar pukul 14.20 WIB pohonnya ambruk. Beruntung tidak ada pengguna jalan yang melintas saat pohon tumbang,” kata dia.

Mengetahui kondisi itu warga lantas melapor kepada Pemerintah Kecamatan Gemolong dan kepolisian. Sekitar pukul 15.00 WIB tim gabungan tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi pohon. “Tim dan warga berusaha menyingkirkan pohon,” ujar dia.

Menurut Sigit, tumbangnya pohon asam di Nganti disebabkan akar yang tak mampu menahan batang pohon. Apalagi saat itu turun hujan deras dan bertiup angin kencang. “Evakuasi pohon butuh waktu lama karena diameternya sampai tiga meter dan cukup panjang,” tutur dia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Dwi Sigit Kartanto, mengimbau masyarakat selalu waspada sepanjang musim penghujan. Berbagai bencana terus mengancam seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor. Kewaspadaan dini warga sangat dibutuhkan.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…