Seorang warga mengamati debit air Sungai Bengawan Solo di Daleman, Ngringo, Jaten, Kamis (16/11/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Seorang warga mengamati debit air Sungai Bengawan Solo di Daleman, Ngringo, Jaten, Kamis (16/11/2017). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Kamis, 8 Februari 2018 21:15 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

BENCANA KARANGANYAR
Longsor Skala Kecil Terjadi di Jatiyoso dan Jumapolo, Daleman Siaga Banjir

Bencana Karanganyar, banjir dan longsor mengintai sejumlah wilayah.

Solopos.com, KARANGANYAR — Musibah tanah longsor dan banjir masih mengintai sejumlah warga di Karanganyar menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Musibah longsor terjadi di 11 lokasi di Karanganyar dan ancaman banjir melanda warga Daleman, Ngringo, Jaten, Kamis (8/2/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com, bencana alam berupa tanah longsor skala kecil terjadi di beberapa lokasi di Jatiyoso dan Jumapolo. Tanah longsor skala kecil melanda tujuh lokasi di Jatiyoso dan empat lokasi di Jumapolo. Untuk diketahui, Jatiyoso dan Jumapolo dikenal sebagai daerah rawan longsor.

“Longsor di Jatiyoso dan Jumapolo itu memang skalanya kecil-kecil. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Saya pribadi juga sudah mengecek kondisi di Jatiyoso dan Jumapolo. Hasil pengecekan, ada tiga rumah di Jatiyoso yang perlu direlokasi karena rawan terdampak longsor,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Karanganyar, Bambang Jatmiko, Kamis.

Selain memantau tanah longsor, lanjut Bambang Jatmiko, BPBD Karanganyar bersama sukarelawan dan warga juga rutin mengecek kondisi Dusun Daleman, Ngringo, Jaten.

Daerah tersebut merupakan salah satu daerah rawan banjir karena berdekatan dengan Sungai Bengawan Solo. Luapan air Sungai Bengawan Solo sudah hampir masuk ke Daleman sebelum akhirnya surut secara perlahan, Kamis pagi.

“Di Daleman memang airnya sudah masuk ke gang masuk Daleman. Untungnya, airnya kembali surut meski berlangsung lamban. Kami mengimbau ke warga setempat agar selalu waspada karena curah hujan masih tinggi. Begitu ada tanda-tanda banjir, segera mengungsi ke lokasi yang aman. Kami juga sudah menyiagakan sukarelawan dan warga untuk bersiaga di Daleman,” katanya.

Terpisah, salah seorang pamong desa di Ngringo, Guntoro, mengatakan pemantauan ancaman banjir di daerahnya saat ini juga menggunakan alat pendeteksi banjir atau early warning system (EWS).

“Kamis pukul 03.00 WIB, air Sungai Bengawan Solo memang meluap. EWS banjir juga sempat berbunyi. Tapi, kondisinya masih aman [luapan air Sungai Bengawan Solo belum masuk ke rumah warga],” katanya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…