Petani menepikan padi menggunakan terpal di persawahan yang terendam banjir di Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) Petani menepikan padi menggunakan terpal di persawahan yang terendam banjir di Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Kamis, 8 Februari 2018 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho Feature Share :

FOTO BENCANA JATENG
Petani Kebanjiran, Menteri Panen Raya

Bencana banjir di Pati Jateng menyengsarakan petani.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua dari kiri) menunjukan padi saat menghadiri panen raya padi di Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kedua dari kiri) menunjukan padi saat menghadiri panen raya padi di Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Rabu (7/2/2018), menghadiri panen raya padi di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Bersamanya dalam foto seremonial itu, tampak hadir pula bupati Pati, aster KSAD, serta perwakilan Pemprov Jateng. Kendati tampak megah, agenda itu sejatinya digelar di kecamatan yang sama dengan lokasi ratusan hektare sawah yang sejak tiga hari terakhir ini terendam banjir akibat hujan yang turun terus menerus.

Buruh tani menegakkan kembali padi yang roboh akibat angin dan banjir di persawahan Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Buruh tani menegakkan kembali padi yang roboh akibat angin dan banjir di persawahan Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Petani mengumpulkan padi hasil panen di persawahan yang terendam banjir di Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)


Petani mengumpulkan padi hasil panen di persawahan yang terendam banjir di Sukolilo, Pati, Jateng, Rabu (7/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)

Di lokasi yang terlanda hujan deras disertai angin kencang di Kecamatan Sukolilo, Pati, Jateng itu, petani terdokumentasikan Kantor Berita Antara bersusah payah menanggulangi bencana. Akibat hujan angin tersebut, lahan persawahan kebanjiran, padi yang siap panen pun roboh, sehingga petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan bahkan mengalami kerugian yang tak sedikit.

Terekam dalam foto-foto Antara, Rabu, sejumlah buruh tani bersusah payah menegakkan kembali tanaman padi yang roboh menggunakan tali di persawahan Sukolilo, Pati, Jateng. Padi yang roboh akibat angin kencang dengan intensitas hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir itu petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan.

Di tempat lain, petani Sukolilo, Pati, Jateng tampak nekat memanen padi mereka di tengah lahan persawahan yang tergenangi air lalu menepikan padi hasil panen mereka dengan terpal. Bencana banjir yang menggenang akibat hujan tiga hari terakhir itu merendam ratusan hektare tanaman padi siap panen di lahan pertanian Sukolilo, Pati, Jateng sehingga petani setempat mengalami kerugian yang tak sedikit.

Kantor Berita Antara tak menunjukkan satu pun foto Menteri Pertanian Amran Sulaiman atau anggota rombongannya menengok para petani Sukolilo, Pati, Jateng yang kurang beruntung karena padi mereka kebanjiran. Namun, disebutkan redaksi kantor berita pelat merah itu bahwa pemerintah melalui kementerian pertanian mengupayakan perlindungan bagi petani padi melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk mengatasi kerugian kerusakan tanaman akibat banjir, kekeringan, serta serangan organism pengganggu tumbuhan (OPT) sehingga petani bisa memperoleh ganti rugi sebagai modal kerja untuk keberlangsungan usaha tani mereka.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…