Proses membuat roti naan (paratha) dengan melempar adonan ke tukang goreng (Youtube) Proses membuat roti naan (paratha) dengan melempar adonan ke tukang goreng (Youtube)
Kamis, 8 Februari 2018 14:10 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Aksi Pembuat Roti Paratha Ini Bikin Melongo

Adonan dilempar ke koki yang berjarak enam meter.

Solopos.com, SOLO – Di berbagai desa di India terdapat makanan yang biasa dibuat dengan cara unik. Adonan masakan tersebut biasa dilempar dari pembuat adonan ke tukang goreng, jarak keduanya bisa mencapai enam meter. Makanan tersebut biasa disebut dengan Paratha.

Paratha merupakan roti goreng yang kerap di temui di India. Adonannya mirip donat, namun roti ini memiliki tekstur yang lebih keras dan dibuat bundaran gepeng tanpa ada lubang di tengah. Selain di India, Paratha juga dikenal di Pasikstan, Nepal, hingga Bangladesh.  Roti mirip dengan Paratha bisa ditemui di Indonesia dengan nama Roti Canai, yang sebenarnya berasal dari Malaysia namun terinspirasi dari Paratha asal India.

Tak seperti proses memasak roti pada umumnya, Paratha di India biasa dilempar dari satu tempat ke tempat lain. Biasanya petugas yang mengolah adonan tepung berada di depan restoran yang menjual Paratha. Dia akan memukul-mukul bulatan adonan tepung dan menggilingnya agar gepeng. Setelah itu adonan akan dilempar ke petugas penggoreng yang berlokasi sedikit masuk di restoran.

Berdasarkan lipuran Barcroft TV yang diunggah 27 Agustus 2014, salah satu restoran di India yang mempraktikkan cara memasak unik itu adalah restoran bernama Bhaskar Hotel yang berlokasi di Tamil Nadu, India. Di Bhaskar Hotel petugas adonan dan penggoreng berjarak enam meter dan tiap lemparan tak pernah meleset.

“Di restoran ini naan [paratha] menjadi menu unggulan. Proses lempar tangkap saat membaut naan mengundang pengunjung untuk datang,” ungkap pengolah adonan Paratha di Bhaskar Hotel, Sathyaraj kepada Barcroft TV.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…