Siswa SMK Negeri 2 Solo mengerjakan soal menggunakan komputer saat mengikuti Ujian Nasional (UN) hari pertama berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK Negeri 2 Solo, Senin (13/4). Pelaksanaan UN CBT untuk siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan tekhnis. Ilustrasi Ujian Nasional yang dilaksanakan dengan sistem computer based test atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 7 Februari 2018 01:00 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

UJIAN NASIONAL 2018
Sekolah di Klaten Dilarang Kutip Pungutan untuk UNBK

Ujian Nasional 2018, Disdik Klaten melarang sekolah mengutip pungutan dari orang tua siswa.

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 87 SMP bakal menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada April 2018 mendatang. Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten mewanti-wanti agar tak ada pungutan ke orang tua siswa guna mendukung UNBK di SMP negeri.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP Disdik Klaten, Lasa, mengatakan 87 sekolah itu terdiri dari 65 SMP negeri dan 22 SMP sederejat berstatus swasta. Ia memastikan seluruh SMP negeri di Klaten sudah menggelar UNBK.

“Masih ada 20 SMP swasta yang belum melaksanakan UNBK. Rata-rata karena infrastruktur belum memadahi. Kalau sekolah swasta itu terkendala dari dana BOS yang kecil. Sementara, untuk mengadakan server dan genset itu butuh biaya mahal. Kemungkinan karena itu sehingga sekolah belum bisa melaksanakan UNBK,” kata Lasa saat dihubungi solopos.com, Selasa (6/2/2018).

UNBK bakal digelar pada 22-26 April mendatang. Terkait persiapan menjelang UNBK, Lasa menuturkan segera ada pelatihan proktor atau teknisi serta sosialisasi ke pengawas UNBK. “Secara administrasi ada penyusunan daftar nominasi tetap peserta UNBK,” urai dia.

Lasa menegaskan untuk SMP negeri Disdik sudah mewanti-wanti sekolah tak melakukan pungutan ke orang tua siswa dengan alasan untuk mendukung UNBK.

“Tetapi kan kadang dari komite itu mengumpulkan orang tua kemudian dari sekolah menyampaikan ada kekurangan sehingga dari komite berinisiatif menutup kekurangan itu. Ada juga yang gurunya itu mem-back-up kekurangan pelaksanaan UNBK seperti meminjami laptop. Secara prinsip, dari dinas memang tidak membolehkan ada pungutan khusus mendukung UNBK,” katanya.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah Program Khusus Ngupit, Supriyadi, mengatakan ada 36 siswa yang mengikuti UNBK April mendatang.

“Ini sudah yang kali kedua menggelar UNBK. Komputer yang disiapkan ada 20 unit. Selama ini tidak ada kendala berarti menggelar UNBK,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…