PT KAI Semarang Kepala PT KAI Daops IV Semarang, Wiwik Wijayanti, saat membuka acara Jazzy Station di Stasiun Tawang, Selasa (6/2/2018) sore. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Rabu, 7 Februari 2018 16:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

TIKET KERETA API
3 Juta Penumpang Kereta Api di Semarang Beli Tiket Secara Online

Tiket kereta api dari penumpang di Semarang kebanyakan dibeli secara online.

Solopos.com, SEMARANG – Berkembangnya era digital memang memberikan kemudahan bagi masyarakat di segala aspek, tak terkecuali pengguna jasa Kereta Api Indonesia (KAI). Terbukti, saat ini banyak pengguna jasa transportasi kereta api (KA), tak terkecuali di Kota Semarang yang lebih memilih membeli tiket secara online melalui Internet ketimbang datang langsung ke stasiun.

Dari data yang diperoleh Semarangpos.com, dari 5.808.033 penumpang kereta api di Semarang sekitar 3.200.810 orang di antaranya membeli tiket secara online atau hampir 55%. Sementara yang membeli tiket kereta api secara langsung dengan datang ke stasiun hanya berkisar sekitar 2.607.223 orang atau sekitar 45%.

“Harapan kami semakin berkurang yang beli tiket di stasiun. Tentunya, hal itu bisa mengurangi antrean yang kerap terjadi di stasiun,” ujar Manajer Humas PT KAI Daerah Operasional (Daops) IV Semarang, Suprapto, seusai acara peluncuran Jazzy Station di Stasiun Tawang, Semarang, Selasa (6/2/2018) sore.

Sementara itu, lanjut Suprapto, untuk pengguna jasa kereta api dari Semarang juga mengalami peningkatan yang signifikan pada 2017. Jika pada 2016 jumlah penumpang kereta api di Semarang hanya mencapai 5.064.000 orang , maka pada 2017 naik sekitar 15% menjadi 5,8 juta.

Sedangkan untuk penumpang kereta yang membeli tiket secara online, Suprapto menyebutkan kebanyakan merupakan pengguna jasa KA kelas bisnis maupun eksekutif.

“Untuk pelanggan komersial lebih mudah diajak memanfaatkan pembelian secara online. Yang sulit itu justru pelanggan ekonomi karena masih senang beli di stasiun,” terang Suprapto.

Kendati demikian, PT KAI tetap terus melakukan sosialisasi agar pengguna jasa KA beralih membeli tiket secara online. Sosialisasi itu, salah satunya dilakukan dengan terus memperkenalkan aplikasi New KAI Access dan menyediakan mesin jual otomatis atau vending machine di stasiun.

“Sosialisasi terus dilakukan salah satunya melalui aplikasi New KAI Access. Kami juga sediakan petugas di stasiun untuk membantu konsumen. Kalau beli tiket secara online lebih dari satu juga harganya lebih murah,” beber Suprapto.

Suprapto menambahkan sejak aplikasi New KAI Access diluncurkan pada 28 September 2017 hingga 31 Januari 2018 sudah ada sekitar 1.396.690 orang yang men-download. “Harapan kami semoga semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan apilikasi ini. Itu berarti sosialisasi kami menjangkau semua lapisan.”

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…