Sejumlah mahasiswa berkomunikasi dengan akademisi asal Taiwan (kiri) di stan National Chi Nan University dalam acara Taiwan Higher Education Fair di University Club, UGM, Rabu (7/2/2018). (Harian Jogja/Sunartono) Sejumlah mahasiswa berkomunikasi dengan akademisi asal Taiwan (kiri) di stan National Chi Nan University dalam acara Taiwan Higher Education Fair di University Club, UGM, Rabu (7/2/2018). (Harian Jogja/Sunartono)
Rabu, 7 Februari 2018 14:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

Taiwan Beri Kemudahan bagi Pelajar Indonesia

Seiring perkembangan teknologi kini dunia lebih banyak berkiblat kepada Taiwan

Solopos.com, SLEMAN-Pemerintah Taiwan memberikan banyak kemudahan bagi pelajar atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di negara tersebut. Saat ini tempat ibadah bagi umat muslim mudah didapatkan bagi mahasiswa atau wisatawan yang tinggal di Taiwan. Sebanyak 20 perguruan tinggi terkemuka di Taiwan memberikan layanan informasi dalam Taiwan Higher Education Fair 2018 di University Club UGM, Rabu (7/2/2018).

Ketua Taiwan Education Center (TEC) Indonesia Rini Lestari menjelaskan, seiring banyaknya pelajar, mahasiswa muslim asal Indonesia yang belajar di Taiwan sehingga kampus dan sekolah di sana memberikan fasilitas tempat ibadah. Karena banyaknya masyarakat muslim asal Indonesia seperti TKI sehingga pemerintah Taiwan pun menyediakan sertifikat halal bagi beberapa restoran yang beroperasi di negara tersebut. Saat ini mahasiswa atau pelajar muslim asal Indonesia hampir merapat berada di berbagai kampus di wilayah Taiwan.

“Terakhir ini, MUI membuka cabang kantor di sana, sehingga masyarakat, mahasiswa, pelajar muslim di sana tidak perlu khawatir, baik soal makan maupun tempat ibadah. Pengamatan kami sudah 50 persen kampus yang menyediakan mushola,” terangnya di UC UGM, Rabu (7/2/2018).

Soal biaya hidup, kata dia, tergolong lebih murah daripada Jakarta. Dengan dana di bawah Rp5 juta saja, bisa lebih dari cukup untuk hidup layak di Taiwan selama sebulan. Selain itu, mahasiswa asal Indonesia memiliki kesempatan sambil bekerja di berbagai tempat usaha maupun perkantoran. Mahasiswa asal Indonesia lebih banyak dipilih untuk diajak bekerja, karena tergolong penurut dan sopan. Sementara, sewa tempat tinggal dalam satu semester tidak lebih dari Rp10 juta untuk satu semester.

Terkait biaya pendidikan, pemerintah Taiwan memberikan berbagai jenis beasiswa bagi pelajar asal Indonesia hampir di semua kampus. Oleh karena itu, kunci utamanya harus rajin mencari informasi. “Di sana juga ada semacam sekolah vokasi dengan sistem tiga bulan belajar, tiga bulan praktik atau bekerja tetapi digaji. Biasanya banyak sekolah yang suka dengan mahasiswa Indonesia karena lebih baik, penurut dan sopan. Mereka senang apalagi kalau memberikan tugas lembur,” ujar wanita yang pernah menjadi Ketua Federasi Alumni Taiwan Dunia pada 2012-2014 ini.

Adapun 20 perguruan tinggi yang dihadirkan dalam pameran itu seluruhnya merupakan terkemuka di Taiwan. Beberapa di antaranya, National Taiwan University, Tunghai University, National Sun Yat-sen University, Taipei Medical University, Providence University dan Tzu Chi University. Sebagian besar kampus di sana memiliki teknologi canggih, fasilitas internet yang murah dan cepat serta kampus terbuka selama 24 jam.

Kepala Kantor Urusan Internasional UGM I Made Andi Arsana dalam kesempatan itu mengatakan, seiring perkembangan teknologi kini dunia lebih banyak berkiblat kepada Taiwan terutama di sektor pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pendidikan layaknya juga harus berubah, tidak selalu harus Amerika Serikat, saatnya mengarah ke Taiwan.

Oleh karena itu, mahasiswa maupun pelajar dapat memanfaatkan kesempatan mendapatkan informasi tentang pendidikan di Taiwan, salahsatunya melalui pameran. “Teknologi sudah berubah, maka pendidikan juga harus mengikuti. Saat ini memang lebih banyak ke Taiwa ,” jelasnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…