Pengunjung melewati display Solo Great Sale yang terpasang di gerbang masuk Solo Paragon Lifestyle Mall, Kamis (1/2/2018). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS) Pengunjung melewati display Solo Great Sale yang terpasang di gerbang masuk Solo Paragon Lifestyle Mall, Kamis (1/2/2018). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 7 Februari 2018 23:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

SOLO GREAT SALE 2018
Transaksi Diperkirakan Mencapai Rp100 Miliar dalam Sepekan

Panitia SGS 2018 memperkirakan nilai transaksi pada pekan pertama ajang tersebut mencapai Rp100 miliar.

Solopos.com, SOLO — Peserta Solo Great Sale (SGS) 2018 mencapai 5.000 merchant. Selama sepekan pertama event belanja akbar itu digelar, panitia SGS sudah mencetak lebih dari 20.000 kartu member SGS.

Panitia memprediksi permintaan kartu member SGS bakal terus meningkat. Panitia siap melayani permintaan sekalipun angkanya tembus 30.000 kartu.

Kendati demikian, di tengah antusiasme masyarakat dan pelaku usaha Solo dalam event SGS 2018, panitia harus bekerja keras mempersiapkan sistem dan jaringan untuk entry data transaksi dan poin.

Di kebanyakan merchant, mereka masih menunda entry data karena terkendala sistem jaringan. Kondisi ini diketahui saat panitia SGS 2018 berkeliling meninjau ke sejumlah merchant, mulai dari The Alana Hotel and Conventions Center, Lorin Hotel Solo, Lorin Syariah, Luwes Kartasura, diler mobil mulai dari Suzuki, Honda, dan Toyota, Aston Hotel Solo, Solo Grand Mall, hingga Pasar Sidodadi Kleco, Rabu (7/2/2018).

“Per hari ini, data transaksi yang masuk baru sekitar Rp20 miliar. Namun, masih banyak sekali data-data transaksi yang ter-pending karena ada kendala sistem jaringan. Jadi poin dan data transaksi belum berhasil di-input,” kata Ketua Umum SGS, Sri Haryanto, yang akrab di sapa Gareng, Rabu.

Baca:

Aneka Lomba Diadakan untuk Dongkrak Transaksi Nontunai selama SGS 2018

Transaksi di Pasar Ditarget Naik 3 Kali Lipat selama SGS 2018

Saat keliling itulah panitia SGS meminta tim IT-nya memperbaiki sistem dan jaringan agar transaksi dan poin bisa terdata secara real time. “Saya contohkan tadi di Toyota, Honda, 100-an mobil terjual tapi belum tercatat. Di hotel-hotel juga sama. Lorin Hotel Solo misalnya ada potensi angka transaksi hingga Rp3 miliar yang belum masuk jaringan, Hotel Alila baru masuk Rp16 juta padahal tamu grup di sana luar biasa. Hotel Alana masih Rp0, dengan data transaksi yang belum diinput ternyata mencapai Rp598 juta,” papar Gareng.

Jika seluruh transaksi bisa ter-input, Gareng memperkirakan angkanya bisa mencapai lebih dari Rp100 miliar dalam sepekan ini. “Ini target sepekan ya, dan kami yakin berdasarkan antusias masyarakat angka ini tercapai.”

Antusiasme luar biasa juga terlihat saat panitia meninjau Pasar Sidodadi Kleco. Pembeli bahkan harus antre menukarkan poin. Transaksi di Pasar Sidodadi Kleco itu bahkan sudah hampir mencapai Rp200 juta. Pasar burung Depok bahkan lebih tinggi lagi mencapai kisaran Rp300 juta. Pasar Triwindu juga hampir Rp400 juta.

“Jadi mulai dari merchant hingga masyarakat pun punya motivasi untuk menggeliatkan ekonomi dengan strategi promo seperti ini.”

Lurah Pasar Sidodadi Kleco, Budi Hartono, melihat antusiasme pembeli untuk menambah volume belanjaan agar bisa mendapatkan poin. Petugas dan sukarelawan yang membuat kartu dan mengumpulkan poin bahkan sampai kewalahan.

“Ini baru sepekan, sepertinya mereka antusias hampir tidak istirahat untuk program ini,” kata Budi.

Public Relations Solo Grand Mall, Ni Wayan Ratrina, menyampaikan kendala sistem dan jaringan tidak jadi penghalang bagi petugas untuk melayani pengunjung mal yang menukarkan poin belanjanya. “Apalagi yang memanfaatkan promo SGS tiap hari terus meningkat,” ujar Ni Wayan.

Sepekan ini, SGM mendapatkan pasokan 100 kartu SGS. Namun, pelanggan yang telah mendapatkan kartu saat SGS tahun lalu bisa memanfaatkannya kembali.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…