Philippe Coutinho (JIBI/REUTERS/Albert Gea)
Rabu, 7 Februari 2018 18:25 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Spanyol Share :

Soal Posisi Main, Coutinho Serahkan Pada Pelatih

Philippe Coutinho membela Barcelona pada pertengahan musim ini.

Solopos.com, BARCELONA – Philippe Coutinho tak mempersalahkan posisi mainnya bersama Barcelona. Dia menyerahkan sepenuhnya hal tersebut kepada pelatih Ernesto Valverde.

Coutinho diboyong Barca dari Liverpool pada bursa transfer musim dingin ini dengan nilai transfer mencapai 142 juta poundsterling atau setara dengan Rp2,58 triliun. Angka tersebut menjadikannya sebagai pemain termahal kedua dunia setelah kompatriotnya, Neymar.

Barca sendiri sudah mengincar Coutinho sejak musim panas untuk menggantikan Neymar yang hengkang ke PSG. Namun, Barca gagal mendapatkannya dan justru meminang Ousmane Dembele. Selain disebut akan menggantikan posisi Neymar, Coutinho pun diprediksi akan menjadi penerus Andres Iniesta.

Maklum, gelandang asal Brasil itu memang bisa dimainkan sebagai penyerang sayap kiri seperti Neyamar atau gelandang serang seperti Iniesta. Setelah empat kali bermain untuk Barca, Coutinho pun simainkan dalam beberapa posisi. Dia tiga kali dimainkan sebagai syapa kanan dan sekali sebagai sayap kiri.

Sayangnya, pemain 25 tahun itu belum memberikan banyak kontribusi untuk Barca karena belum mencetak gol atau assist. Terkait hal itu, Coutinho menepis anggapan akibat posisi main. Bahkan dia siap dimainakn di posisi manapun.

“Saya tak peduli mengenai posisi, saya akan bermain di manapun yang diminta pelatih pada saya,” kata Coutinho seperti dilansir Marca.

“Semua sangat berbeda di Barcelona, dan meskipun saya lebih bermain di sisi kiri, saya akan beradaptasi di posisi manapun,” imbuhnya.

Setelah bergabung dengan Barca, Coutinho lalu mengungkapkan misinya bersama klub Catalan itu. “Saya sangat ingin memenangi kejuaraan besar, itu merupakan alasan yang membuat saya mau menandatangai kontrak dengan klub. Saya ingin menjadi juara sebanyak yang saya bisa. Saya tidak mempunyai preferensi,” tandasnya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…