Ilustrasi petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) menempel stiker bukti pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih pemilu. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Ilustrasi petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) menempel stiker bukti pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih pemilu. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Rabu, 7 Februari 2018 01:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PILKADA MADIUN 2018
Panwaslu Kota Madiun Endus Ada Joki PPDP dalam Coklit

Pilkada Madiun 2018, ditengarai ada joki PPDP dalam proses coklit data pemilih.

Solopos.com, MADIUN — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun menemukan indikasi adanya joki petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pilkada Kota Madiun 2018.

Anggota Panwas Kecamatan (Panwascam) Taman, Budi Santoso, mengatakan indikasi adanya joki PPDP tersebut ditemukan di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

“Hal itu berdasarkan laporan dari petugas pemantau lapangan [PPL] di Kelurahan Josenan,” ujar Budi Santoso kepada wartawan, Selasa (6/2/2018).

Berdasarkan laporan tersebut, ungkap dia, ditemukan pelaksanaan coklit tidak dilakukan oleh PPDP setempat, melainkan dilakukan oleh ketua RT setempat.

“Hal itu dibuktikan tidak adanya tanda tangan dari PPDP dalam stiker coklit yang ditempel di rumah warga,” kata dia. Adapun keberadaan joki PPDP tersebut diketahui PPL berdasarkan laporan sejumlah warga di kelurahan setempat.

Budi menambahkan pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan PPL tersebut dengan melapor ke petugas Panwaslu Kota Madiun. Sebab hal tersebut jelas menyalahi aturan.

Sesuai aturan, PPDP seharusnya mendatangi rumah warga satu per satu sesuai wilayah tugasnya untuk melakukan pendataan, pencocokan, dan penelitian data pemilih yang telah ada.

Salah satu warga Kelurahan Josenan, Karman mengaku rumahnya didatangi ketua RT setempat guna dilakukan pendataan pemilih. Dia menyatakan tidak ada PPDP yang datang ke rumahnya. Karman menyatakan pendataan tersebut sudah dilakukan oleh petugas RT sejak sepekan lalu. Setelah didata, rumahnya dipasangi stiker coklit.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…