Ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wachid. Ketua Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah (Jateng), Abdul Wachid (berdiri di tengah), saat menghadiri perayaan HUT ke-10 Gerindra di Kantor DPD Gerindra Jateng, Semarang, Selasa (6/2/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Rabu, 7 Februari 2018 09:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Soloraya Berat, Tim Sudirman-Ida Sasar Pantura

Pilkada 2018 disongsong tim pemenangan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah dengan menggalang dukungan massa.

Solopos.com, SEMARANG – Ketua Tim Pemenangan Sudirman-Ida, Abdul Wachid, menganggap wilayah Soloraya merupakan medan pertempuran paling berat untuk meraih dukungan massa dalam memangkan Sudirman Said-Ida Fauziyah pada Pilkada atau Pilgub Jawa Tengah (Jateng) 2018.

Hal itu disampaikan Wachid saat menghadiri acara perayaan HUT ke-10 Partai Gerindra di Kantor DPD Gerindra Jateng, Jl. Kanguru Raya, Semarang, Selasa (6/2/2018).

“Sudah biasa itu. Kalau dilihat secara wilayah memang Soloraya akan menjadi medan pertempuran kami yang paling berat. Tapi enggak apa-apa. Insya Allah, Pantura [wilayah pantai utara Jateng] bisa kami kuasai,” tutur Wachid kepada wartawan.

Wachid menambahkan guna memenangi Pilgub Jateng 2018 pihaknya akan terus menggelar konsolidasi, baik secara internal Gerindra maupun partai pengusung lainnya. Ia yakin setiap partai pengusung memiliki basis massa yang solid, terutama PKB.

“Kami sangat terbantu dengan PKB bersama kami. Mereka memiliki basis massa yang kuat baik dari kalangan Nahdliyin, Fatayat, Muslimat, Ansor, maupun Banser. Belum lagi ditambah dari PAN dan PKS yang memiliki dukungan dari kalangan Muhammadiyah,” tutur Wachid.

Kendati demikian, Wachid mengaku tidak mudah untuk memenangi Pilgub Jateng. Terlebih, pasangan Sudirman-Ida menghadapi calon incumbent, Ganjar Pranowo yang berpasangan dengan Taj Yasin Maemoen. Secara popularitas, Ganjar masih lebih unggul dibanding Sudirman maupun Ida yang diusung Gerindra, PKB, PAN, dan PKS.

“Oleh karena itu, tugas kami saat ini adalah mendongkrak popularitas Pak Sudirman maupun Bu Ida. Kami akan terus bergerak baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk memperkenalkan Pak Sudirman. Toh, Pak Sudirman itu punya banyak kelebihan dan terkenal bersih [jujur]. Ia bahkan salah satu tokoh pencetus berdirinya KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi]. Itu menjadi modal kami,” beber Wachid.

Sekretaris Gerindra, Sriyanto Saputro, menyatakan tidak gentar untuk bersaing di wilayah Soloraya. Ia tetap optimistis timnya mampu meraup banyak dukungan di wilayah yang kerap disebut kandang banteng itu untuk memenangi Pilgub Jateng 2018.

“Kita lihat saja hasil Pilkada di Solo dan Boyolali kemarin [2015]. Memang kami kalah, tapi kami mampu meraup suara yang cukup signifikan. Di Solo, calon kami mampu meraup dukungan 40%, sedangkan di Boyolali 35%. Itu bukti kalau kami masih bisa bersaing di wilayah Soloraya,” beber Sriyanto.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…