Pemain PSMS meluapkan kegembiraan seusai memenangkan pertandingan melawan Persebaya lewat adu penalti dalam babak perempatfinal Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/2). (JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Rabu, 7 Februari 2018 19:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

PIALA PRESIDEN 2018
Jadikan Manahan Solo Kandang di Semifinal, PSMS Berhak Tentukan Kuota Tiket

Piala Presiden 2018 memasuki babak semifinal.

Solopos.com, SOLO — Sebagai tim yang bertindak sebagai tuan rumah, kubu PSMS Medan memiliki hak atas kuota tiket bagi suporter Persija Jakarta saat kedua tim bertemu di leg pertama babak semifinal Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Sabtu (7/2/2018).

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Babak Semifinal Piala Presiden 2018, Heri Isranto, mengatakan perwakilan manajemen kedua tim dijadwalkan bertemu di Solo pada Kamis (8/2/2018) untuk mengikuti rapat koordinasi dengan panpel. Sejauh ini, kata Heri, panpel belum mencetak tiket karena masih menunggu instruksi dari manajemen PSMS yang bertindak sebagai tuan rumah.

“Tiket mau dicetak berapa lembar itu kewenangan PSMS selaku tuan rumah. Kuota tiket untuk tim tamu juga ditentukan tuan rumah. Setelah dapat laporan dari tim tuan rumah, kami tinggal mencetak dan mendistribusikannya melalui loket di kompleks Stadion Manahan,” kata Heri ini saat berbincang dengan Solopos.com di Solo, Rabu (7/2/2018).

Heri belum bisa memperkirakan apakah kuota tiket untuk suporter Persija Jakarta bakal dibatasi mengingat mereka akan bertindak sebagai tim tamu. Menurutnya, hal itu mestinya tidak dilakukan bila kubu tuan rumah ingin mendapat keuntungan besar dari hasil penjualan tiket.

“Sebagian dari hasil penjualan tiket itu juga masuk ke tim tuan rumah. Keuntungan dari penjualan tiket itu bisa digunakan untuk operasional tim itu sendiri,” terang Heri.

Meski rapat koordinasi dengan kedua tim baru dilakukan Kamis, panpel sudah mengajukan izin kepada pihak kepolisian. Surat izin itu sudah disampaikan kepada Polresta Solo. Meski begitu, Heri mengakui izin dari Kapolda Jateng belum turun. “Suratnya sudah diajukan ke Polres. Jadi, pihak Polres yang meneruskan ke Polda. Meski izin belum turun, secara lisan pihak Polda sudah tahu,” ucap Heri.

Saat ini panpel sudah membersihkan lapangan di Stadion Manahan. Untuk kebersihkan fasilitas mandi cuci kakus (MCK), Heri menyerahkan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) selaku pengelola stadion. Heri berharap keluhan terhadap kondisi toilet di Stadion Manahan tidak terjadi di babak semifinal Piala Presiden 2018 nanti.

“Sebagai panpel, kami itu mendapat komplain dari banyak pihak terkait kondisi toilet. Padahal itu kewenangan Dispora. Kami menyewa stadion itu senilai Rp24 juta. Hak pengelola sudah didapat, mestinya mereka tidak melupakan kewajiban untuk membersihkan fasilitas MCK itu,” tegas Heri.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Olahraga, Dispora Solo, Suhanto, mengatakan pengelolaan Stadion Manahan menjadi wilayah kerja Bidang Sarpras. Ia pun mengaku tidak tahu menahu soal pengelolaan stadion. “Pengelolaan [MCK] Stadion Manahan dikerjasamakan dengan pihak ketiga,” kata Suhanto dalam pesan singkat yang diterima Solopos.com.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…