Ilustrasi tempat pembuanagan akhir sampah (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi tempat pembuangan akhir sampah (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 7 Februari 2018 00:00 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PENGELOLAAN SAMPAH KARANGANYAR
TPS Baturan Jadi Lokasi Pengelolaan dan Pemilahan Sampah di Colomadu

Pengelolaan sampah Karanganyar, TPS Baturan menjadi lokasi pemilahan sampah.

Solopos.com, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan memanfaatkan tempat pembuangan sementara sampah (TPS) Baturan sebagai tempat pengelolaan dan pemilahan sampah organik dan nonorganik di Kecamatan Colomadu. Sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk atau dibiarkan menjadi residu sedangkan sampah nonorganik seperti platik dapat dijual.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar, Edi Yusworo, menyampaikan hal itu saat ditanya persoalan pengelolaan sampah di salah satu kecamatan di Karanganyar yang berada di barat Kota Solo, Colomadu.

Sejumlah warga di kompleks Perumahan Fajar Indah mengeluh karena bau sampah dari TPS dekat kompleks perumahan. Mereka meminta Pemkab Karanganyar menutup TPS. Edi menyampaikan Pemkab akan memanfaatkan TPS di Desa Baturan untuk menampung sampah warga di sekitar Baturan.

“Persoalan di Colomadu saat ini itu [pengelolaan sampah]. Di Baturan ada TPS. Dahulu sudah ada tetapi belum dikelola. Kami sudah cek ke sana dan izin kades. Konsepnya bukan hanya sampah dibawa ke situ ditampung. Ada pemilahan di situ,” kata Edi saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (6/2/2018).

Untuk mewujudkan rencana, Pemkab sedang membersihkan sampah di TPS Baturan dan diangkut ke TPA Sukosari. Proses pembersihan sudah dilaksanakan sejak dua hari lalu. DLH menggunakan lima armada untuk mengangkut sampah di TPS Baturan. Dia memprediksi pembersihan rampung pekan ini.

“Sampah di sana itu ada 50-70 rit. Ya lembur supaya lekas rampung. Tumpukan sampah di TPS Baturan dikosongkan lalu TPS akan kami pasang atap darurat. Nah, sampah warga masuk ke situ sudah ada pemilahan. Di sana itu, sampah paling banyak plastik,” tutur dia.

“Kalau bisa dipilah, dijual. Residu yang ke TPA Sukosari hanya 30%. TPS yang di Klodran juga kami bereskan. Setelah sampah habis, TPS di Klodran kami tutup. Sampah warga Klodran akan langsung dibawa ke Baturan,” jelas dia.

Edi memastikan lokasi TPS Baturan jauh dari permukiman. Luas TPS sekitar 40 meter x 40 meter. Dahulu, lokasi itu dimanfaatkan untuk lahan fasilitas umum salah satu perumahan. Informasi kali terakhir, lahan diserahkan kepada pemerintah desa. Edi optimistis rencana pemanfaatan TPS Baturan berhasil menyelesaikan persoalan sampah di Colomadu.

“Ada 15 orang petugas pemilah di TPS Baturan. Mereka ini mantan pegawai di gudang sampah PT Abisatya Kencana Mulya Colomadu. Honor mereka berasal dari penjualan sampah nonorganik. Kalau ini berjalan, Colomadu clean,” ujar dia.

Pemkab dibuat pusing karena beberapa orang di sekitar gudang sampah PT AKM Colomadu protes. Mereka merasa keberadaan gudang itu mencemari udara. Padahal, Pemkab menggadang pengelolaan sampah di gudang PT AKM dapat menuntaskan persoalan sampah di Colomadu.

“Kami terbantu saat gudang beroperasi. Niat berbuat baik belum tentu direspons positif. Di sana sudah ada teknologi. Sekarang ya mulai dari nol lagi. Ada 26 TPS di Colomadu. Kami siapkan lima armada untuk angkut sampah ke TPA Sukosari di Jumantono. Jadi maklum kalau sampah diambil setiap 2-3 hari karena kelewatan,” tutur dia.

Edi berharap warga memiliki kesadaran tidak membuang sampah di sembarang tempat. Dia menyindir sejumlah warga di wilayah Jaten dan Mojolaban, Sukoharjo. Sejumlah warga nekat membuang sampah di tepi Jalan Lawu dari arah Karanganyar-Solo. Beberapa waktu lalu, Satpol PP menangkap tangan enam orang warga membuang sampah pada dini hari.

“Lalu yang salah siapa? Sudah dipasangi tulisan dilarang buang sampah. Orang masih nekat. Mungkin enggak bisa membaca jadi harus disekolahkan lagi. Padahal itu wajah Kabupaten Karanganyar,” tutur Edi.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…