Proses evakuasi jasad Rijanti dari kios di dekat Masjid Menara Kudus, Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Jateng, Rabu (7/1/2018). (Instagram-@polreskudus) Proses evakuasi jasad Rijanti dari kios di dekat Masjid Menara Kudus, Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Jateng, Rabu (7/1/2018). (Instagram-@polreskudus)
Rabu, 7 Februari 2018 22:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENEMUAN MAYAT KUDUS
Warga Serengan Solo Ditemukan Tanpa Nyawa di Kios Dekat Masjid Menara

Penemuan mayat seorang pedagang di dekat Masjid Menara Kudus menggegerkan warga sekitar.

Solopos.com, KUDUS – Warga sekitar Masjid Menara Kudus, Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) digegerkan dengan penemuan mayat di dalam salah satu kios, Rabu (7/1/2018) siang. Jasad tersebut diketahui bernama Rijanti, 60, warga Serengan, Kota Solo yang memang berdagang di kios dekat Masjid Menara Kudus tersebut.

Berdasarkan informasi yang dibeberkan petugas Humas Polres Kudus di media sosial Instagram, Rabu (7/1/2018) malam, jasad Rijanti ditemukan Sofiyan, 23, rekan sesama pedagang yang curiga lantaran kios milik Rijanti dalam keadaan tertutup namun tak terkunci. Sofiyan menemukan jasad Rijanti bersama beberapa tukang ojek dan beberapa pedagang lainnya.

Sofiyan pun kaget bukan kepalang kala menemukan Rijanti yang sudah terbujur kaku tak bernyawa. “Saya kaget ternyata Bu Janti [Rijanti] sudah meninggal,” ungkap Sofiyan.

Dikutip dari laman resmi milik Polres Kudus, Kapolsek Kudus AKP Muh Khoirul Naim mengaku langsung mendatangi kios milik Rijanti setelah mendapatkan laporan terkait penemuan mayat itu. Setiba di lokasi, sang kapolsek Kudus menemui jasad Rijanti masih terbujur kaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Inafis Reskrim Polres Kudus serta dokter dari Puskesmas Purwosari, Teknona Graha Sanjaya, Khoirul menjelaskan wanita asal Solo itu meninggal dalam posisi telentang. Rijanti diduga sudah tewas lebih dari enam jam saat ditemukan.

Khoirul juga menduga Rijanti tewas karena sakit setelah tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan serta ditemukannya kuitansi pembayaran layanan pengobatan. “Meninggalnya korban kemungkinan besar karena sakit, hal ini dikuatkan dengan ditemukannya kwitansi berobat di klinik yang ada di Kudus. Selain itu, juga ditemukan obat-obatan jenis pereda nyeri dan obat untuk lambung,” papar sang kapolsek.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan di lokasi penemuan mayat, polisi lalu membawa jenazah Rijanti menggunakan mobil bak terbuka mereka ke RSUD Loekmonohadi, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus Kudus. Sembari menunggu penjemputan pihak keluarga dari Solo, mayat Rijanti disemayamkan di rumah sakit tersebut. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…