Bidan Desa Wonosari, Sri Sayekti, (duduk menghadap kamera), menemani warga melihat bayi laki-laki yang ditemukan di belakang rumah warga pada Selasa (6/2/2018) malam. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) Bidan Desa Wonosari, Sri Sayekti, menemani warga melihat bayi laki-laki yang ditemukan di belakang rumah warga pada Selasa (6/2/2018) malam. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Rabu, 7 Februari 2018 15:49 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PENEMUAN BAYI KARANGANYAR
Warga Wonosari Temukan Bayi Laki-Laki Dalam Bakul

Bayi laki-laki yang baru lahir ditinggalkan di dalam bakul di teras rumah warga Wonosari, Gondangrejo, Karanganyar.

Solopos.com, KARANGANYAR — Warga Dukuh Kadiloyo, RT 005/RW 005, Desa Wonosari, Gondangrejo, Karanganyar, menemukan bayi laki-laki di dalam bakul di teras belakang rumah mereka, Selasa (6/2/2018) pukul 18.00 WIB.

Saat ini, bayi laki-laki dengan berat badan 2,7 kilogram dan panjang 47 sentimeter itu berada di rumah Bidan Desa Wonosari, Sri Sayekti. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, bayi itu kali pertama ditemukan pemilik rumah, Sutarni, 50.

Saat itu, dia mencari anak ayam yang berkeliaran di belakang rumah. Dia menghitung anak ayam yang bertengger di tumpukan kayu dan barang tidak terpakai di teras belakang rumah. Saat menghitung anak ayam, dia mendengar suara rintihan.

Suara itu berasal dari salah satu bakul di atas tumpukan kayu. Bagian atas bakul ditutupi kukusan. Dia mengangkat kukusan dan kaget. Sutarni memanggil suaminya, Surahmin, 40. Mereka berdua melihat isi bakul.

Saat itu Surahmin mengira bayi di dalam tenggok sebagai babi karena tidak ada lampu di teras belakang rumah dan kondisinya gelap. “Mbokdhe [Sutarni] teriak lihat ada sesuatu di dalam tenggok [bakul]. Isi tenggok itu pakaian bekas milik anak ragil. Hla suaminya mengira bayi itu babi. Hla wuda [telanjang], enggak ada lampu kan gelap pas surup [sore]. Mbokdhe mengira itu kucing hla suaranya ngringik,” cerita salah satu kerabat Sutarni yang enggan menyebutkan nama saat ditemui Solopos.com di lokasi penemuan bayi, Rabu (7/2/2018).

Saat ditemukan, plasenta bayi itu masih melekat di pusar. Warga memanggil bidan desa, Sri Sayekti, ke lokasi penemuan bayi. Dia memotong tali pusar dan membawa bayi ke rumahnya di Dukuh Kranggan, Desa Wonosari.

“Saya dijemput warga ke lokasi. Bayi ini saya bawa ke sini [rumah]. Saya rawat, bersihkan, potong tali pusarnya, dihangatkan, dan diberikan imunisasi hepatitis B nol,” tutur Sayekti saat ditemui wartawan di rumahnya.

Saat dibawa ke rumahnya, kondisi bayi membiru diduga karena kedinginan. Cuacanya gerimis saat warga menemukan bayi itu. Dia memperkirakan bayi itu belum lama dilahirkan karena masih ada darah segar menempel pada beberapa bagian tubuh dan tali pusar.

“Ditemukan pukul 18.00 WIB. Kemungkinan empat jam sebelumnya dia lahir. Si ibu bisa jadi melahirkan sendiri. Sekarang kondisi bayi sehat, bisa buang air besar dengan lancar. Sudah minum susu formula,” ujar dia.

Tetapi, Sayekti prihatin karena bayi laki-laki itu tidak bisa istirahat dengan nyenyak. Sejumlah warga yang tinggal di lingkungan sekitar maupun dari lain desa datang untuk melihat. Bahkan, ada yang mengutarakan niat mengadopsi.

“Saat ini, [bayi] tanggung jawab saya selama pak polisi masih memproses kasus ini. Ratusan orang datang pingin lihat dan mengadopsi. Saya tidurkan di kamar supaya bisa istirahat,” ungkap dia.

Sementara itu, Kapolsek Gondangrejo, AKP Sugeng Dwiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menyampaikan polisi masih menanyai sejumlah warga di sekitar lokasi penemuan bayi. Sugeng menyampaikan sebelum bayi ditemukan sejumlah warga bekerja bakti di jalan kampung belakang rumah Surahmin.

Bahkan salah satu warga yang sedang bekerja bakti mendengar suara bayi menangis sekitar pukul 14.00 WIB. “Pak Bejo itu mendengar ada suara rintihan seperti suara anak kucing. Dia bilang ke pemilik rumah untuk mengecek. Tetapi takut. Akhirnya sore itu ada lagi yang dengar suara rintihan. Hla dicek ternyata bayi,” ujar Sugeng saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

“Kami kerahkan bhabinkamtibmas dan babinsa, koordinasi dengan pemerintah desa untuk mendata perempuan yang sedang hamil dan sudah melahirkan kemarin [Selasa]. Kami masih menyelidiki semua kemungkinan. Pemilik rumah dan warga di sekitar lokasi kejadian dimintai keterangan,” tutur dia.

Bulan lalu, warga Dukuh Songgorunggi, Desa Dagen, Jaten, juga menemukan bayi perempuan terbungkus kardus mi instan dan plastik warna hitam di samping rumah warga pada Minggu (7/1/2018) pukul 18.30 WIB. Bayi perempuan itu dibawa ke RSUD Karanganyar untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kepala Bidang Medis dan Keperawatan RSUD Karanganyar, Kristanto Setyawan, menyampaikan bayi perempuan itu dirawat di Bangsal Dahlia RSUD Karanganyar. RSUD merawat bayi perempuan itu hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menemukan orang tua asuh.

“Masih di RSUD. Kondisi sehat. Ini di ruang rawat bayi di bangsal Dahlia. Kami yang merawat termasuk konsumsi susu dan kebutuhan lain. Sembari menunggu Dinas Sosial memutuskan siapa yang berhak mengadopsi. Sampai sekarang belum terpilih,” ujar Kristanto saat dihubungi Solopos.com.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…