JPO di Jl. Ir. Sutami, Solo, miring dan rusak, Senin (11/5/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos) JPO di Jl. Ir. Sutami, Solo, miring dan rusak, Senin (11/5/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Rabu, 7 Februari 2018 21:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

PENATAAN SOLO
Pemkot Minta Dana dari Pusat untuk Menata Koridor Jl. Ir. Sutami

Penataan Solo, pemkot berkomitmen menata kawasan Jl. Ir. Sutami.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bertekad menata koridor Jl. Ir. Sutami Solo. Pemkot mengajukan permohonan bantuan anggaran ke pemerintah pusat untuk penataan koridor jalan tersebut.

Permohonan bantuan anggaran sebelumnya juga diajukan Pemkot Solo untuk pembangunan pintu air Demangan, serta pembangunan rumah khusus di lahan hak pakai (HP) Pemkot Nomor 16 di Kawasan Kenteng Semanggi.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan rencana penataan koridor Jalan Ir. Sutami dari Tugu Cembengan sampai Jembatan Jurug tak pernah berhasil hingga tiga kali pergantian Wali Kota.

Pemkot selama ini kesulitan anggaran untuk memberi ganti rugi bangunan status hak milik (HM) di jalur lambat tersebut. “Anggaran yang diperlukan cukup besar untuk membebaskan enam lahan yang berada di jalur lambat itu,” kata dia ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (7/2/2018).

Namun hal itu tak menyurutkan langkah Pemkot untuk melanjutkan rencana penataan koridor Jalan Ir. Sutami pada tahun ini. Penataan jalur koridor Jalan Ir. Sutami bakal segera dilaksanakan dengan pembebasan lahan.

“Dulu pemilik bangunan memang tidak bersedia untuk dibebaskan, namun kini pihak keluarga sudah menyerah dan bersedia dibebaskan,” kata dia.

epala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan penataan koridor Jalan Ir. Sutami mendesak untuk direalisasikan.

Kondisi jalur lambat yang rusak parah dan terhalang hunian warga, penyebab jalur lambat tak berfungsi optimal. “Jalur lambat nantinya akan difungsikan sebagaimana mestinya,” katanya.

Selain terhalang hunian warga, Sita mengatakan ada beberapa pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di jalur lambat sepanjang dua kilometer itu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) dan Satpol PP untuk penertiban PKL di sepanjang jalur lambat Jl. Ir. Sutami.

“Nanti mungkin akan kita menata PKL di sepanjang Jl. Ir. Sutami agar lebih rapi,” katanya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…