Ilustrasi/dok
Rabu, 7 Februari 2018 11:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS Karanganyar Share :

Pemkab Karanganyar Gandeng PT Kimia Farma Kelola Apotek Sukowati

Pemkab Karanganyar kerja sama dengan PT Kimia Farma.

Solopos.com, KARANGANYAR—Pemkab Karanganyar menggandeng PT Kimia Farma untuk memanfaatkan aset BUMD di bidang pelayanan kesehatan.

Kerja sama ini nantinya menjadikan PT Kimia Farma pengelola Apotek Sukowati yang berada di selatan Taman Pancasila Karanganyar. Status Apotek Sukowati adalah perusahaan milik badan usaha milik daerah (BUMD). (baca: Pemkab Karanganyar Naikkan Tunjangan Perangkat Desa)

Sebenarnya, sempat muncul wacana Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menutup usaha pelayanan kesehatan itu karena tidak menguntungkan. Apotek ini dinilai tidak banyak menyumbangkan pemasukan ke kas daerah.

“Karena tidak cukup produktif Apotek Sukowati itu. Selalu kurang optimal. Mau saya bikin aturan untuk menghapus apotek itu. Dikelola kayak apapun kok susah,” kata Bupati saat ditemui wartawan seusai acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Anthurium kompleks Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (6/2/2018).

Gayung bersambut saat PT Kimia Farma mengajukan usul memberdayakan apotek milik Pemkab itu. Yuli, sapaan akrabnya, optimistis kerjasama dengan perusahaan farmasi plat merah itu dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Di sisi lain, aset Pemkab dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Mulai dari penataan, mereka [PT Kimia Farma] semua. Bisa dibuka 24 jam. Tidak hanya bermanfaat untuk penyediaan obat tapi juga pemanfaatan aset dan peningkatan pendapatan pemerintah. Nanti ada bagi hasil,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek, Imam Fathorrahman, memberikan jaminan kerjasama itu akan memberikan manfaat untuk Kabupaten Karanganyar. Salah satu pertimbangan adalah perusahaan itu bukan hanya jaringan perusahaan kesehatan tetapi juga industri obat dari hulu ke hilir.

“Kami juga mendukung ketersediaan obat untuk BPJS. Kami perusahaan layanan kesehatan milik BUMN. Harapan kami, kerjasama ini bisa meningkatkan akses layanan kesehatan untuk masyarakat. Kami manfaatkan sebaik-baiknya aset yang akan dikerjasamakan di Kabupaten Karanganyar. Kami akan berikan benefit untuk Karanganyar,” jelas Imam.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…