Hasto Wardoyo, Bupati Kulonprogo sedang meninjau lokasi pembangunan rest area pendukung objek wisata teh Nglinggo-Tritis, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Rabu (7/2/2018).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Hasto Wardoyo, Bupati Kulonprogo sedang meninjau lokasi pembangunan rest area pendukung objek wisata teh Nglinggo-Tritis, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Rabu (7/2/2018).(Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 7 Februari 2018 19:55 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Pembangunan di Kawasan Bedah Menoreh Mengecewakan, Hasto Meradang

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meninjau kawasan Bedah Menoreh, Rabu (7/2/2018) pagi

Solopos.com, KULONPROGO-Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meninjau kawasan Bedah Menoreh, Rabu (7/2/2018) pagi. Dari kunjungan tersebut, Hasto menyampaikan kekecewaannya terhadap proyek pembangunan pusat oleh-oleh dan tempat istirahat, di belakang Pasar Plono.

Hasil kunjungannya itu, ia berencana memanggil Kepala Dinas Pariwisata dan Penjabat Pembuat Komitmen proyek pembangunan untuk meminta laporan detail rencana teknis (Detail Engineering Design/DED) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menurut dia, proyek tersebut dimulai saat dirinya tidak lagi menjabat sebagai Bupati pada 2017, sehingga diperkirakan ada pengawasan yang kurang rinci, teliti dalam mengawal DED serta RAB. Hasto mengatakan, sampai hari ini, dirinya belum mendapat laporan DED dan RAB proyek pendukung pariwisata Kebun Nglinggo-Tritis itu.

“Saya menunda kemarahan saya dulu, sampai saya melihat RAB dan DED. Kemudian saya cocokan dengan hasil meninjau lokasi saat ini,” terangnya, Rabu (7/2/2018).

Ia juga sudah meminta kepada kepala bidang OPD yang menangani proyek, agar DED dan RAB dialokasikan membangun gardu pandang, tempat istirahat, gapura dan lokasi parkir.

Jajarannya menyebut tidak melakukan evaluasi dengan cara mengecek semua satu per satu ke lapangan. Melainkan peninjauan ulang memilah-milah yang sesuai dan tidak sesuai dalam pelaksanaan proyek.

Ditanyai perihal bentuk kekecewaan atas proyek tersebut, ia mencontohkan lokasi pasar. Menurut dia, sebelum lengser, ia memiliki gagasan agar posisi Pasar Plono diturunkan atau lebih rendah, sehingga jarak pasar dengan jalan tidak terlalu tinggi.

Tetapi, ide tersebut belum dilaksanakan dan belum diturunkan. Namun demikian untuk merumuskan solusi, ia akan mendiskusikan kembali karena area itu sudah terlanjur dibangun.

Selain itu, lokasi parkir pusat oleh-oleh dan tempat istirahat yang tidak sesuai harapan. Awalnya ia ingin parkir berada di ketinggian yang lebih rendah agar bus besar tidak kesulitan masuk area parkir. Selain itu, pasar dan lokasi parkir menghadap ke arah depan. Tapi realisasinya, bangunan justru membelakangi pemandangan perbukitan menoreh yang keindahannya seharusnya bisa dinikmati pengunjung.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…