Ilustrasi operasi pasar berbagai komoditas. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif) Ilustrasi operasi pasar berbagai komoditas. (JIBI/Solopos/Antara/Syaiful Arif)
Rabu, 7 Februari 2018 06:00 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solop Solo Share :

OP dan Pasar Murah Diklaim Berhasil Kendalikan Harga Beras di Solo

OP dan psar murah yang dilaksanakan di Solo diklaim sukses mengendalikan harga di pasar.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengklaim operasi pasar (OP) dan pasar murah yang digeber akhir bulan Januari  2018 lalu berhasil mengendalikan harga pasar.

Namun demikian, Pemkot Solo bersama stakeholder pengendalian harga termasuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) masih terus memantau ketat perkembangan harga aneka kebutuhan di pasaran.

Bulog pun memastikan operasi pasar akan terus berlanjut hingga 31 Maret bulan depan.

“Stok beras medium kami aman sampai Maret. Kami pastikan seberapapun pasar membutuhkan pasokan, kami siap. Hari ini saja, sudah kami siapkan 12 ton, tapi kami kirim 5 ton ke tiga pasar di Solo,” kata Wakil Kepala Bulog Subdivre III Solo, Joko Pamungkas, saat berbincang dengan Espos, di sela-sela Evaluasi OP di Kantor Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Selasa (6/2/2018).

Bulog mencatat sejak operasi pasar 4 Januari lalu telah menggelontor 81 ton beras jenis medium. Harga beras menunjukkan tren penurunan sebulan ini namun belum menyentuh harga eceran tertinggi (HET) Rp9.350/kg.

Beras medium ini dinilai sebagai salah satu alternatif mengingat harga beras premium di pasaran masih Rp13.000 per kilogram. “Hanya masalahnya warga Solo itu nggak mau kalau nggak enak,” kata dia.

Selama dua hari OP 29-30 Januari lalu, beras premium yang terserap mencapai 956 kilogram.

Sementara itu Sekretaris TPID Solo, Triyana, menjelaskan selama ini banyak pihak yang mengkhawatirkan inflasi Solo awal tahun bakal tinggi karena harga beras sempat melambung.

“Yang dikhawatirkan akan tinggi ternyata bisa terkendali dengan baik,” kata dia. Ke depan, pihaknya berharap agar seluruh instansi pemerintah lebih proaktif jika melihat gejala kenaikan harga komoditas atau gejolak pasar.

Triyana memerinci dua hari OP akhir Januari lalu, sebanyak 14.146 kg beras baik medium, premium, maupun C4, terserap pasar.

Untuk komoditas lain, minyak goreng terserap sebanyak 1.920 kg, gula pasir sebanyak 919 kg, tepung terigu 275 kg, daging beku 10 kg, daging ayam 300 kg, cabai merah 100 kg, cabai merah keriting 200 kg, dan elpiji ukuran tabung 3 kg sebanyak 742 tabung.

Ia mengatakan kegiatan operasi pasar yang dilaksanakan di tiga pasar yaitu Pasar Legi, Pasar Gede, dan Pasar Nusukan tersebut cukup ampuh mengendalikan tingkat inflasi bulan Januari 2018 di Kota Solo, yaitu 0,55 persen.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo, menjelaskan OP telah menekan gejolak pasar kendati beberapa komoditas masih terpantau stabil tinggi. “Operasi pasar sebenarnya untuk memengaruhi psikologi masyarakat. Mereka juga kami yakinkan bahwa beras Bulog terutama medium ini juga layak konsumsi,” ungkap dia.

Disdag juga telah berkoordinasi dengan Bulog bahwa cadangan beras pemerintah masih aman sampai Maret. “Maret insyaalloh Soloraya sudah panen raya. Kami berharap stok terus mencukupi sehingga tidak perlu ada beras impor yang masuk Solo,” kata Subagiyo.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…