Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara)
Rabu, 7 Februari 2018 07:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Listrik Masih Jadi Kendala Tes UNBK

Dinas Pendidikan gelar tes UNBK.

Solopos.com, JOGJA–Dinas Pendidikan Kota Jogja menggelar tes pendalaman materi berbasis komputer (TPMBK) sebagai persiapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), pada Senin (5/2/2018) hingga Kamis (8/2/2018) pekan ini. Listrik masih menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan yang dirancang menyerupai pelaksanaan UNBK tersebut.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Jogja Hasyim menjelaskan pelaksanaan TPMBK diikuti oleh 66 SMP baik swasta maupun negeri di Kota Jogja dengan memakai sistem menyerupai pelaksanaan UNBK. Dengan demikian ada sepuluh SMP yang harus menumpang TPMBK di sekolah lain karena belum memiliki fasilitas komputer yang memadai.

“Pelaksanaan dibikin persis seperti UNBK, mulai dari aplikasi komputer yang disiapkan, prosedur pelaksanaan hingga prosesnya sepenuhnya menggunakan cara seperti UNBK. Mata pelajaran yang diujikan juga mapel UNBK,” terangnya kepada Harianjogja.com di Dinas Pendidikan Kota Jogja, Selasa (6/2/2018).

Adapun proses pelaksanaan, pukul 07.00 WIB, aplikasi yang disediakan Dinas Pendidikan mulai dibuka. Kemudian token sebagai password soal diberikan kepada proktor yang ada di setiap sekolah, selanjutnya pihak sekolah, dalam hal ini proktor dapat mengunggah soal tersebut untuk diberikan kepada siswa. Sehingga tepat pukul 08.00 WIUB pendalaman materi bisa dimulai.

Hasyim mengatakan, selama dua hari pelaksanaan secara umum berjalan lancar baik dari sisi fasilitas seperti kesiapan server komputer, petugas pengendali serta aplikasi yang digunakan. Akan tetapi, pihaknya menemukan ada satu sekolah yang terpaksa menunda pelaksanaan TPMBK selama 20 menit lantaran listrik mati, tepatnya di SMPN 9. Menurutnya, dari laporan listrik mati saat pelaksanaan latihan ujian tersebut, pihak sekolah kemudian menunggu sampai listrik menyala sekitar 20 menit. Para siswa tetap diberikan jatah waktu 120 menit sesuai dengan waktu normal sehingga tidak dirugikan.

“Sistemnya dibuat ketika listrik menyala dan server aktif kembali itu waktunya tidak terkurangi. Jadi siswanya tidak dirugikan, waktu tetap 120 menit. Hanya satu sekolah listrik mati, yang lain relatif aman” ucapnya.

Oleh karena itu, pada pelaksanaan UNBK 2018, Dinas Pendidikan Kota Jogja akan membuat komitmen dengan PLN. Pihaknya akan membuat surat permohonan untuk tidak melakukan pemadaman di sekitar area yang terdapat SMP pada saat pelaksanaan UNBK. Komitmen itu diakuinya harus dibuat agar pelaksanaan tidak terkendala dan dapat merugikan siswa. Pasalnya pasa pelaksanaan UNBK 2017 silam, kata dia, ada peristiwa listrik mati tepatnya di SMPN 2 Kota Jogja. “Kami akan buat surat permohonan kepada PLN agar tidak melakukan pemadaman saat pelaksanaan UNBK,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…