Tampilan All New Terios. (Harian Jogja/Nugroho Nurcahyo) Tampilan All New Terios. (Harian Jogja/Nugroho Nurcahyo)
Rabu, 7 Februari 2018 15:55 WIB Nugroho Nurcahyo/JIBI/Harian Jogja Roda 4 Share :

Lepas Konde, Tampilan All New Terios Bikin Pangling

Tidak ada sisa-sisa Terios lama yang dipertahankan, kecuali nama dan spirit kegaharan SUV-nya

Solopos.com, SLEMAN-Mengikuti tren teranyar sport utility vehicle (SUV), Astra Daihatsu Motor merombak total tampilan All New Terios. Sejumlah fitur berkendara terkini dimunculkan pada produk paling gresnya itu. Tidak ada sisa-sisa Terios lama yang dipertahankan, kecuali nama dan spirit kegaharan SUV-nya. Berikut laporan wartawan Harianjogja.com Nugroho Nurcahyo

Daihatsu telah resmi meluncurkan All New Terios di Jakarta secara nasional pada 23 November 2017 lalu. Mobil ini diperkenalkan hampir bersamaan dengan All New Toyota Rush yang dikembangkan dengan basis mesin sama. Tak heran tenaga dan torsi yang dimiliki kedua mobil ini bak bayi kembar identik. Fitur-fiturnya tak jauh berbeda. Namun harga All New Terios jauh lebih miring dan memiliki lebih banyak tipe dibandingkan All New Rush.

Pada Senin (5/2/2018),  saya berkesempatan menjajal All New Terios tipe tertinggi, R-Deluxe AT untuk mengaspal dari Jogja ke Grabag, Magelang. Ada perubahan tampilan yang sangat mendasar dibanding Terios lama. Bisa dibilang SUV teranyar besutan Astra Daihatsu Motor (ADM) ini betul-betul malih rupa alias face off.

Dilongok dari buritan, salah satu yang bikin pangling adalah raibnya konde, atau ban serep yang dilekatkan di pintu belakang. Terios model lama, masih mempertahankan model ini bahkan menjadi ciri khas SUV keluaran Daihatsu hampir dua dekade sejak era Taruna.

“Tren SUV zaman now dan ke depan, penempatan ban cadangan di bawah bodi bagian belakang. Kami mengikuti tren itu,” kata Kepala Wilayah Astra Internasional Tbk. Daihatsu Jawa Tengah-DIY, David Gunawan, saat sesi pemaparan dalam acara Test Drive All New Terios 2018 di MesaStila Resort, Losari, Grabag, Magelang, Senin.

Buritan All New Terios juga dibenami lampu belakang bertipe LED yang menyatu dengan garnish pintu belakang dari sebelumnya hanya membenam di bodi saja.

Raibnya konde sekaligus membuat bodi All New Terios lebih panjang. Sudah kian panjang, masih ditambahi 5 cm lagi. Dengan begitu, kabin lebih lega karena panjang ruangan dimulurkan 23 cm, atau sekitar panjang sepatu ukuran 37 standar Eropa. Kepala Cabang Astra Daihatsu Pudakpayung Semarang, Budhi Krisnanto mengatakan, “Dengan penambahan panjang, bagian bagasi bisa muat untuk mengangkut empat aqua galon, hal yang tidak bisa dilakukan dengan Terios lama.”

Tampak depan, karakter All New Terios tak kalah bikin pangling. Gril tipe horizontal memunculkan kesan lebih tegas. Semua lampu memakai tipe LED baik di bagian depan dan belakang.

Soal lampu ini, khusus lampu depan, akan hidup secara otomatis apabila melewati terowongan gelap pada siang hari. Ia juga otomatis mati jika pengemudi lupa mematikan setelah menutup pintu. “Jadi tak perlu takut aki tekor karena lupa mematikan lampu depan,” kata Budhi.

Secara penampilan keseluruhan eksterior All New Terios tetap gahar dalam kemasan desain yang serba modern. Headlamp berkarakter sipit memunculkan kesan galak. Kegaharan sebagai mobil perkotaan yang siap diajak melibas medan terjal, juga didukung ground clearance lebih jangkung yakni 22 cm dari aspal, ditopang pelek ukuran 17 inci berwarna black polished yang sedang ngetren (untuk tipe R) dibalut ban 215/60.

Interior

Masuk ke kabin, balutan jok di tipe tertinggi masih memakai fabric sehingga tak begitu mengesankan pada pandangan pertama. Dasbor berbentuk sangat maskulin dengan desain T-shape yang tegas.

Di bangku pengemudi, setir berbalut kulit sudah bisa disetel tilt, tapi belum dilengkapi setelan teleskopik. Setir dilengkapi tombol-tombol untuk keperluan phone handsfree selain tombol audio. Bangku kemudi juga bisa disetel ketinggian dengan adanya tuas height adjuster.

Adapun starter sudah tidak menggunakan kunci lagi karena sudah menganut keyless yang diganti remote dan tombol start/stop. “Untuk mengunci pintu dari luar juga tidak perlu mengeluarkan remote, cukup menekan tombol di pegangan luar pintu sisi pengemudi,” jelas Budhi.

Untuk interior, Daihatsu tak pelit memberi fitur tambahan. Banyak pengalaman baru ditawarkan Terios anyar. Misal adanya colokan power outlet untuk gadget di setiap baris dan ruang kaki yang lebih lapang di baris kedua karena ada penambahan panjang 8 cm dibanding Terios lama. Namun di baris ketiga, dibanding menambah panjang ruang kaki, ADM memilih menambahkan speaker mid range dan tweeter.

Dapur Pacu

Di dapur pacu, keluarga baru Daihatsu ini dibenami mesin 2NR-VE 1.5L dual VVT-I yang diklaim lebih efisien 15% dari varian sebelumnya. Dari hasil uji tes kecepatan konstan 80 km/jam yang dilakukan ADM, didapati satu liter bensin mampu menempuh 17,92 km untuk mesin MT.

Saat saya coba bejek gas dari Grabag menuju Jogja, indikator penunjuk rata-rata konsumsi bahan bakar menunjuk angka 10,9 km per liter di lalu lintas padat dan lebih irit saat dipakai kecepatan tinggi dengan hasil 11,1 km/l. Ini dengan catatan mobil mengangkut muatan lima orang di dalamnya.

Selama perjalanan balik ke Jogja, Terios tanpa kesulitan diajak berakselerasi, menyalip kendaraan lain. Mengacu data teknis, mesinnya sanggup meletupkan tenaga 104 PS pada 6.000 rpm dan torsi 13,9 kgm pada 4.200 rpm. Selama test drive, saya tak mencoba membejeknya dalam-dalam hingga 6.000 rpm.

Fitur Keamanan

Dengan sejumlah keunggulan dan fitur tambahan itu, SUV kelas medium ini akan bersaing melawan SUV pabrikan lainnya. Head to head All New Terios adalah Mitsubishi Expander dan Honda BR-V yang dibanderol hampir setara dan sama-sama sedang naik daun.

Sebagai senjata untuk menggarap ceruk di segmen pasar yang dimasuki lebih banyak pemain, Terios tak ketinggalan untuk melengkapi sejumlah fitur keamanan dan keselamatan berkendara. Sistem pengereman dilengkapi antilock breaking system (ABS) dan electronic brakeforce distribution (EBD) di semua tipe.

ADM juga melengkapinya dengan fitur vehicle stability control (VSC) dan hill start assist (HSA). VSC ini sekaligus menjawab keluhan pengguna Terios lama yang mengeluhkan mobil limbung saat diajak bermanuver dalam kecepatan tinggi. Sewaktu saya mencoba membelok tajam dengan kecepatan tinggi di jalur searah Jalan Magelang-Jogja di Kota Muntilan, rasa limbung memang sudah tak terasa.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…