Petugas Dinas Sosial DKI Jakarta memantau pengungsi banjir yang tidur di trotoar jalan, Rabu (7/2/2018). (Jaffry/JIBI/Bisnis)
Rabu, 7 Februari 2018 18:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

Korban Banjir Kampung Melayu Diminta Tak Minta-Minta di Trotoar

Dinssos DKI Jakarta meminta korban banjir Kampung Melayu Jakarta tak menduduki trotoar dan meminta-minta.

Solopos.com, JAKARTA — Warga korban banjir Kampung Melayu dan sekitarnya diminta tak menduduki trotoar dan meminta-minta kepada para pengguna jalan. Dinas Sosial DKI Jakarta menjamin kebutuhan para korban terdistribusi dengan baik.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta Tarmijo Damanik mengatakan pemerintah daerah sudah menyiadakan fasilitas untuk para pengungsi.

“Kami juga sudah sediakan tenda-tenda pengungsi atau fasilitas sosial atau fasilitas umum yang sudah ditentukan sebagai hunian sementara,” katanya, Rabu (7/2/2018).

Damanik mengakui sebagian warga terkadang tidak mau ditempatkan di hunian sementara itu dengan berbagai alasan, terutama karena tidak mau jauh dari rumahnya. Namun dengan meminta-minta atau tidur di sembarang tempat menurutnya bisa mengganggu pengguna jalan dan warga lain yang sedang beraktivitas.

“Kami pantau ada pengungsi terdiri 40 jiwa dengan tidur beralaskan terpal dan tenda milik pribadi. Mereka mengungsi dari semalam dan telah mendapatkan makan malam dari Kelurahan Kampung Melayu,” tambahnya.

Dinsos meminta warga tidak khawatir karena di setiap kelurahan yang menjadi titik rawan banjir sudah berdiri Kampung Siaga Bencana (KSB). Saat ini sudah ada 80 KSB di setiap kelurahan yang menjadi rawan banjir.

Selain itu Dinsos juga dibantu dengan Petugas Sosial Kesiapsiagaan Bencana yang terdiri dari Taruna Siaga Bencana. Mereka berada di lokasi-lokasi pengungsian untuk mendampingi para korban dan memastikan kebutuhan mereka terjamin.

“Jadi para korban tidak perlu khawatir. Kita semua ingin tetap tertib dan kondusif,” tutup Damanik.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…