Henrikh Mkhitaryan dan Pierre-Emerick Aubameyang (JIBI/REUTERS/David Klein)
Rabu, 7 Februari 2018 22:25 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Inggris Share :

Kisah Aubameyang-Mkhitaryan Saling Telepon Sebelum Gabung Arsenal

Pierre-Emerick Aubameyang dan Henrikh Mkhitaryan resmi memperkuat Arsenal.

Solopos.com, LONDON – Pierre-Emerick Aubameyang dan henrikh Mkhitaryan resmi bergabung dengan Arsenal pada bursa transfer musim dingin ini. Sebelum bergabung, ternyata kedua pemain itu saling berbicara lewat sambungan telepon.

Mkhitaryan lebih dulu bergabung dengan Arsenal dari Manchester United. Dia didatangkan dengan melibatkan Alexis Sanchez sebagai alat tukar. Sementara Aubameyang didatangkan dari Borussia Dortmund dengan nilai transfer mencapai 56 juta poundsterling.

Aubameyang mengaku sempat berbicara dengan Mkhitryan terlebih dahulu sebelum gabung. Rampungnya transfer Mkhitaryan membuat dia semakin yakin untuk pindah ke Arsenal. Maklum, kedua permain itu pernah bermain bersama di Dortmund.

“Dia menelponku beberapa kali dan bertanya, ‘kamu datang atau tidak?’. Aku bilang, ‘pertama beri tahu apakah kamu menandatanganinya atau tidak’. Dia bilang semua sudah selesai dan tentu saja itu faktor terbesar aku datang kesini,” terang Aubameyang seperti dilansir Daily Mail, Rabu (7/2/2018).

“Senang rasanya bisa bereuni dengan saudara, teman yang baik. Kami bermain bersama di masa lalu dan aku sangat senang bisa kembali melihatnya,” sambungnya.

Aubameyang dan Mkhitaryan sudah berduet di Arsenal. Keduanya dimainkan bersama saat Arsenal menggasak Everton dengan skor 5-1 pada akhir pekan kemarin. Di laga itu, Mkhitaryan membuat tiga assist dan Aubameyang membuat satu gol.

“Kami memahami satu sama lain di dalam dan luar lapangan, itu yang membuatnya jadi lebih mudah di lapangan. Fans harus senang melihat kami bersama, kami akan mengerahkan yang terbaik, seperti yang kami lakukan di masa lalu,” tandas striker asal Gabon itu.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…