Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melihat penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Shorinji Kempo UMS pada Expo UKM UMS 2017 di kawasan Edupark UMS di Jl. Adisucipto, Colomadu, Karanganyar, Selasa (22/8/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos) Mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melihat penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Shorinji Kempo UMS pada Expo UKM UMS 2017 di kawasan Edupark UMS di Jl. Adisucipto, Colomadu, Karanganyar, Selasa (22/8/2017). (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 7 Februari 2018 16:15 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/SOLOPOS Umum Share :

KEJUARAAN KEMPO JATENG 2018
Solo Incar Juara di Kandang Sendiri

Solo gelar kejuaraan kempo se-Jateng.

Solopos.com, SOLO—Kontingen Solo berambisi merebut juara umum dalam Kejuaraan Antardojo Shorinji Kempo se-Jawa Tengah yang digelar di Balai Kota Solo, Sabtu-Minggu (10-11/2/2018). Kabupaten Banyumas dan Kota Semarang diprediksi menjadi lawan alot tuan rumah dalam ajang yang memperebutkan Piala Wali Kota Solo itu.

Ini merupakan kali pertama kejuaraan kempo digelar di Kota Bengawan setelah terakhir digelar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2009 lalu. (baca: 600 Atlet Ikuti Kejuaraan Renang Antarklub se-Jawa di Karanganyar

Para kenshi, sebutan petarung kempo, asal Solo tentu berambisi menjadi yang terbaik di kandang sendiri.

Wakil Ketua Panpel Kejuaraan Kempo, M. Rudianto, mengatakan Solo bakal diperkuat 77 kenshi yang berasal dari empat dojo yakni Dojo Sorogenen, Dojo Pemkot, Dojo Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Dojo Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

“Karena ini turnamen perdana setelah sekian lama tidak ada kejuaraan, tentu kami menargetkan menjadi yang terbaik. Namun, hal ini tidak mudah karena daerah seperti Banyumas dan Semarang sudah terbukti ketangguhannya,” ujar Rudianto yang juga Wakil Ketua Dojo Pemkot, dalam jumpa pers di Balai Kota, Selasa (6/2/2018).

Ajang yang bekerjasama dengan Persaudaraan Shorinjo Kempo Indonesia (Perkemi) Solo dan Perkemi Jawa Tengah (Jateng) ini bakal diikuti sekitar 350 kenshi dari 20 dojo di Jateng. Ada 50 nomor yang dipertandingkan yang dibedakan dari segi usia, tingkat sabuk dan berat badan.

Meski bertitel kejuaraan umum, Rudianto menyebut ajang kali ini menitikberatkan pada regenerasi kenshi. Dia menyebut mayoritas peserta turnamen berasal dari kelas pemula yakni usia delapan hingga 13 tahun.

“Tujuan kejuaraan ini memang mencetak generasi kenshi junior yang handal. Ajang juga bisa untuk mengasah mental jelang seleksi Porprov maupun Popda. Banyak kenshi jebolan dua kejuaraan itu yang mengikuti turnamen kali ini,” tutur Rudianto.

Pejabat Humas Kejuaraan Kempo, Ing Ramto, mengatakan ajang tersebut diharapkan bisa menjadi agenda tahunan di Solo. Pihaknya tak menutup kemungkinan kejuaraan selanjutnya bakal membidik tingkat nasional.

“Adanya kejuaraan seperti ini tentu mendorong iklim positif bagi olahraga bela diri, khususnya kempo. Selama ini kempo cenderung tak terlalu terdengar dibanding bela diri lain seperti karate, taekwondo dan muay thai,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…