Poster film Danur 2 (Instagram @prillylatuconsina96) Poster film Danur 2 (Instagram @prillylatuconsina96)
Rabu, 7 Februari 2018 20:10 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Layar Share :

Film Danur 2 Lebih Seram dan Menegangkan

Film horor Danur 2 menyuguhkan adegan seram dan menegangkan.

Solopos.com, SOLO – Film horor Danur yang dibintangi artis muda Prilly Latuconsina tentu masih membekas di benak penggemar. Film tersebut menjadi salah satu yang terlaris sepanjang 2017. Berkat Danur pula, film horor karya sienas Tanah Air semakin diminati.

Kesuksesan film Danur itu membuat rumah produksi MD Pictures membuat sekuel lanjutan yang diberi judul Danur 2: Maddah. Seperti seri pertamanya, film ini menjadikan Prilly Latuconsina sebagai tokoh utama.

Prilly Latuconsina menyebut film Danur 2 lebih menyeramkan daripada yang pertama. Sebab, dia sering diganggu oleh makhluk halus selama menjalani shooting film tersebut. Film ini diangkat dari novel karya Risa Saraswati yang disutradarai oleh Awi Suryadi.

Baca juga:

Selain Prilly Latuconsina, film Danur 2 menghadirkan sejumlah artis papan atas Indonesia, seperti Sophia Latjuba, Bucek, Sandrinna Michelle Skornicki, serta Shawan Adrian. Rencananya, film Danur 2 dirilis pada 29 Maret 2018 mendatang. Sebulan sebelum tayang, pihak MD Pictures merilis video trailer film tersebut di Youtube. Video yang diunggah, Jumat (2/2/2018), memperlihatkan sejumlah adegan menegangkan yang akan membuat jantung berdegup kencang.

Danur 2 melanjutkan kisah tentang Risa [diperankan Prilly Latuconsina] dengan teman hantunya, William, Peter, Hans, Janshen, dan Hendrik. Persahabatan mereka terganggu dengan hadirnya dua anggota baru, Norma dan Marianne. Kehadiran dua anggota baru ini membuat Peter dan teman-temannya kurang nyaman. Bahkan, Norma dan Marianne mengganggu kehidupan Risa dan keluarganya.

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…