Ilustrasi (JIBI/Dok)
Rabu, 7 Februari 2018 18:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Dianggap Meresahkan Warga karena Nongkrong di Jam Sekolah, 3 Siswa SMA di Kulonprogo Diciduk

Polisi Pamong Praja Kulonprogo menangkap tiga siswa dari dua SMA yang berbeda di Wates.

Solopos.com, KULONPROGO –– Satuan Polisi Pamong Praja Kulonprogo menangkap tiga siswa dari dua SMA yang berbeda di Wates. Ketiganya yakni An, Da, dan Ri, kedapatan berada di luar sekolah saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Mereka diciduk di sebuah warung kopi di Kecamatan Lendah.

Penangkapan ketiga siswa itu dilakukan atas laporan warga terkait keresahan warga yang menemui beberapa siswa laki-laki sering kelayapan saat kegiatan belajar mengajar sekolah berlangsung.

Saat diciduk, ketiga siswa yang masih memakai seragam lengkap. Ternyata ketiganya berasal dari dua sekolah berbeda.

Kepala Bidang Kententraman dan Ketertiban Umum, Pol PP Kulonprogo, Yulianta Nugroha, mengungkapkan bahwa ketiga siswa itu terjaring razia saat sedang bersantai di sebuah warung kopi di dekat sekolah An dan Da yang berasal dari satu sekolah yang sama.

“Kami akan terus melakukan razia pelajar seminggu sekali, untuk mengantisipasi kenakalan remaja,” katanya, Selasa (6/2/2018).

Dari pemeriksaan ketiga siswa tidak ditemukan barang terlarang seperti minuman keras hingga barang yang membahayakan.

“Bagaimana jika mereka membolos lalu ketemu dengan pengedar ibat terlarang ini berbahaya,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Disdikpora Sumarsana mengungkapkan bahwa masyarakat khususnya keluarga harus bisa memastikan anak pergi ke sekolah. Namun dirinya tidak bisa melakukan pemantauan lebih lanjut karena Disdikpora Kulonprogo saat ini hanya membawahi SMP, SD dan PAUD.

“Untuk sjsea SMA sudah menjadi kewenangan Dikpora Provinsi, atau Balai Pendidikan Menengah,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…