Kebun buah naga di Pantai Pandansari, Kecamatan Sanden mulai dipanen, Rabu (7/2/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) Kebun buah naga di Pantai Pandansari, Kecamatan Sanden mulai dipanen, Rabu (7/2/2018). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 7 Februari 2018 20:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Buah Naga Bantul Lesu Digempur Buah Luar Daerah

Masuknya buah naga dari luar wilayah DIY, terutama dari Jawa Timur membuat pasar buah naga lokal lesu

Solopos.com, BANTUL—Masuknya buah naga dari luar wilayah DIY, terutama dari Jawa Timur membuat pasar buah naga lokal lesu. Padahal menjelang tahun Imlek yang dirayakan oleh warga Tionghoa, permintaan akan buah yang kerapkali menjadi hiasan altar pemujaan dewa ini biasanya meningkat drastis.

Salah satu petani buah naga di Pantai Pandansari, Kecamatan Sanden, Bangkit Sunandar mengatakan sejak dua tahun lalu ia tidak lagi menjual hasil panennya ke luar daerah. Bahkan menurutnya pasaran di wilayah DIY sendiri tidak lagi menerima pasokan darinya.

Hal ini lantaran pasaran buah naga kini dipenuhi pasokan dari daerah Jawa Timur, terutama Banyuwangi.  Bangkit menyebut buah naga asal Banyuwangi itu mulai masuk sejak tiga tahun terakhir. Pedagang buah memilih buah naga kiriman dari luar daerah itu lantaran harganya yang lebih murah. “Mungkin karena produksi mereka lebih banyak. Setornya banyak, harga bisa lebih murah,” ucapnya, Rabu (7/2/2018).

Padahal jika dibandingkan dengan kemampuan petani buah naga di wilayah Kabupaten Bantul, petani luar daerah menurutnya lebih unggul.

Pasalnya lahan pertanian di pesisir selatan belum banyak dimanfaatkan untuk menanam komoditas ini. Belum lagi masa panen yang hanya terjadi sekali setahun pada musim penghujan saja.

Bangkit menuturkan panen biasa dilakukan mulai bulan November hingga Maret. Setelah itu tidak ada lagi buah yang bisa dipetik. “Pascapanen, petani harus memangkas pohon biar tumbuh yang baru dan mengganti tiang yang roboh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bangkit menjelaskan selama ini ia merawat sebanyak 1.665 rumpun tanaman buah naga yang ditanam di lahan seluas 2,1 hektar. Selama musim panen, tanaman buah naganya bisa menghasilkan hampir 10 ton.

Meski Bangkit pernah memasok buah naga hingga ke Jakarta, Badung, dan sejumlah supermarket, namun kini seluruh hasil panennya hanya dijual di sekitar Pantai Pandansari saja. Sesekali, pedagang buah dari daerah sekitar juga datang untuk membeli hasil panennya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…