Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) mengecek tanggul Sungai Bringin di Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Jateng, Selasa (6/2/2018) pagi. (Instagram-@hendrarprihadi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (kanan) mengecek tanggul Sungai Bringin di Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Jateng, Selasa (6/2/2018) pagi. (Instagram-@hendrarprihadi)
Rabu, 7 Februari 2018 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BENCANA JATENG
Wali Kota Semarang Ingatkan Normalisasi Sungai Beringin Wewenang Pusat

Bencana banjir yang dipicu Sungai Beringin menurut Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkait dengan wewenang pemerintah pusat.

Solopos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku sudah meminta percepatan normalisasi Sungai Beringin dan Sungai Plumbon yang menjadi wewenang pemerintah pusat. “Memang, kondisi Sungai Beringin dan Sungai Plumbon sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan arus sungai,” katanya saat meninjau dampak bencana banjir di kawasan Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (6/2/2018).

Meski demikian, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengaku tidak dapat berbuat banyak, termasuk menormalisasi karena kewenangan pengelolaan dua sungai itu bukan pada Pemerintah Kota Semarang. Menurut dia, kewenangan pengelolaan Sungai Beringin dan Sungai Plumbon ada pada pemerintah pusat, yakni Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, termasuk upaya normalisasi sungai.

“Saya sudah lapor ke Gubernur Jawa Tengah seminggu lalu. Saya minta diusahakan untuk normalisasi Sungai Beringin dan Plumbon pada tahun ini,” kata politikus PDI Perjuangan itu. Hendi mengaku sudah bertemu juga dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menyampaikan permasalahan tersebut dan segera akan dilakukan percepatan oleh pemerintah pusat.

Sampai saat ini, kata dia, Pemkot Semarang hanya bisa memberikan dukungan dan mencari informasi mengenai progres normalisasi dua sungai tersebut yang akan dikerjakan pemerintah pusat. “Kami hanya bisa membesarkan hati masyarakat dan memberi tahu sejauh mana progres normalisasi sungai. Namun, penanganan sementara tetap kami lakukan, seperti pembuatan tanggul darurat.

Ia mengakui warga Mangkang Semarang terus dihantui banjir saat musim hujan seperti sekarang sehingga berharap normalisasi Sungai Beringin dan Sungai Plumbon segera dilakukan oleh pemerintah pusat. “Penanganan sementara, ya, kami pasangi karung-karung pasir untuk menutup tanggul yang jebol. Kami sudah komunikasikan dengan BBWS Pemali-Juana mengenai langkah sementara yang bisa dilakukan,” katanya.

Sebelumnya, puluhan rumah di Mangkang Wetan, Semarang, terendam banjir akibat tanggul Sungai Beringin yang melintasi kawasan permukiman itu jebol yang membuat banjir langsung menggenangi rumah-rumah warga. Banjir yang melanda kawasan Mangkang itu bukan kali pertama terjadi, pada 22 November 2017 juga sempat terjadi banjir yang menggenangi ruamah-rumah warga di RT 002 dan RT 003, RW 003, Kelurahan Mangkang Wetan.

Selain banjir di Mangkang, Hendi juga menyoroti banjir yang terjadi di kawasan Kaligawe, Semarang, termasuk akses jalan nasional yang menghubungkan Semarang-Demak yang dikeluhkan masyarakat. “Saat ini, bantuan pompa air dari BBWS Pemali-Juana berkapasitas 200 liter/detik sudah didatangkan sehingga diharapkan bisa mengatasi genangan banjir di kawasan Kaligawe,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…