Pengguna jalan ragu-ragu menembus genangan air di Jl. Raya Kaligawe-Genuk, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (3/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Pengguna jalan ragu-ragu menembus genangan air di Jl. Raya Kaligawe-Genuk, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (3/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Rabu, 7 Februari 2018 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BENCANA JATENG
Ini Solusi Banjir Jl. Kaligawe ala DPRD Semarang

Bencana banjir yang senantiasa menggenangi Jl. Kaligawe, Kota Semarang, Jateng menurut DPRD setempat bisa diatasi dengan peninggian permukaan jalan.

Solopos.com, SEMARANG — DPRD Kota Semarang mendorong peninggian Jl. Kaligawe yang merupakan jalur jalan nasional penghubung Semarang-Demak, Jawa Tengah. Menurut pimpinan lembaga legislatif itu, peninggian jalan adalah solusi ampuh menghadapi bencana banjir yang senantiasa menggenangi jalur jalan tersebut.

“Genangan banjir yang kerap terjadi di Jl. Kaligawe otomatis merusak jalan. Bisa dilihat sendiri, banyak jalan yang berlubang,” tukas Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Kota Semarang, Jateng, Selasa (6/2/2018).

[Baca juga Klaim Atasi Banjir dalam 45 Menit, Wali Kota Malah Kebanjiran Kritik]

Menurut dia, kondisi jalan yang rusak dan berlubang kerap membuat kemacetan parah di kawasan itu, apalagi ditambah dengan genangan banjir yang semakin memperlambat arus lalu lintas. Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan aspal jalan tidak kuat menahan genangan banjir sehingga banyak yang mengelupas dan membuat banyak lubang jalan yang membahayakan pengguna jalan.

“Apalagi, jalur itu banyak dilalui truk dan kendaraan besar sehingga dengan rusaknya jalan membuat kendaraan harus berjalan pelan-pelan. Ini kan semakin memperparah kemacetan,” katanya. Namun, diakuinya, Jl. Kaligawe merupakan akses jalan nasional yang kewenangan pengelolaannya berada pada pemerintah pusat sehingga DPRD Kota Semarang terus mendorong dilakukan perbaikan.

Peninggian dan betonisasi sudah dilakukan di sebagian Jalan Kaligawe, mulai perlintasan kereta api (KA) Kaligawe hingga Genuk, Semarang, sementara dari Genuk ke arah timur masih berupa jalan beraspal yang masih rendah. “Yang paling parah ketika banjir itu mulai Pertigaan Terminal Terboyo sampai Pertigaan Bangetayu. Ya, kami dorong agar [jalannya] dirigid semua dengan betonisasi agar tidak mudah rusak,” katanya.

Di sisi lain, Supriyadi juga meminta Pemerintah Kota Semarang, terutama Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk tanggap dalam mengatasi bencana banjir yang senantiasa menggenangi Jl. Kaligawe meskipun berstatus jalan nasional. “Kemarin, kami sempat cek sendiri. Ya, memang ada pompa air, tetapi ada yang rusak karena fan belt putus. Dari laporan warga, sudah sejak empat hari dan sudah dilaporkan,” katanya.

Ia mengatakan kerusakan pompa air semacam itu mestinya segera ditangani karena perannya yang vital dalam mengatasi bencana banjir, termasuk meminta bantuan pompa dengan kapasitas yang lebih besar. “Saya sudah hubungi Kepala Dinas PU, katanya mau ada tambahan pompa berkapasitas besar dari Balai Besar Wilayah Sungai [BBWS] Pemali-Juana. Paling tidak, butuh pompa berkapasitas 200 liter/detik,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…