Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi genangan air di Jl Kelengkeng, Kerten, Laweyan, Solo, Rabu (7/2/2018) malam. (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos) Warga mendorong motornya yang mogok saat melintasi genangan air di Jl Kelengkeng, Kerten, Laweyan, Solo, Rabu (7/2/2018) malam. (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 7 Februari 2018 21:09 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

BANJIR SOLO
Diguyur Hujan 4 Jam, Anak Sungai Gajah Putih di Kerten Meluap

Hujan yang mengguyur Kota Solo selama kurang lebih empat jam membuat sejumlah kawasan tergenang air.

Solopos.com, SOLO — Hujan deras yang mengguyur Kota Solo selama kurang lebih empat jam pada Rabu (7/2/2018) menyebabkan sejumlah wilayah tergenang. Di Kerten, Laweyan, anak Sungai Gajah Putih meluap membanjiri Jl. Kelengkeng.

Reporter Foto Solopos, Nicolaus Irawan, yang memantau di Jl. Kelengkeng, Kerten, melaporkan kendaraan terutama sepeda motor harus berjuang keras melewati genangan banjir tersebut. Bahkan ada sepeda motor yang mogok sehingga harus didorong pemiliknya.

Di sisi lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Prajudhy Noor Aly, mengatakan hujan merata terjadi di Kota Solo menyebabkan genangan air di sejumlah tempat. “Hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 16.00 WIB sampai pukul 19.30 WIB membuat sejumlah wilayah tergenang air,” kata dia ketika dihubungi Solopos.com, Rabu malam.

Beberapa wilayah tergenang itu adalah RW 003 dan RW 007 Tegalkonas, Kelurahan Kedunglumbu. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD, genangan air juga memasuki permukiman warga di Sumber depan SMK BK.

“BPBD terus memantau. Genangan air disebabkan sistem drainase yang kurang maksimal di permukiman,” katanya.

Genangan air tersebut sempat masuk ke rumah warga namun cepat menyusut seiring intensitas hujan yang menurun. Eko pun mengimbau masyarakat khususnya yang kerap kali terdampak genangan air untuk siaga.

“Genangan airnya tidak lama. Begitu hujan reda sudah tidak ada genangan lagi,” katanya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…