Tim putri Indonesia (Badmintonindonesia.org)
Rabu, 7 Februari 2018 20:25 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Raket Share :

BADMINTON ASIA TEAM CHAMPIONSHIPS 2018
Lawan Tiongkok, Tim Putri Indonesia Tetap Optimistis

Badminton Asia Team Championships 2018 akan mempertandingkan duel Tiongkok vs Indonesia.

Solopos.com, ALOR SETAR – Tim putri Indonesia akan menantang Tiongkok pada babak penyisihan Grup Z Badminton Asia Team Championships 2018. Dalam hal ini, Tiongkok tentu lebih diunggulkan namun tim Indonesia tetap optimistis dengan peluang yang dipunya.

Tim putri Indonesia sendiri berhasil menang 5-0 atas Singapura di partai perdana. Kemenangan itu lah yang akan menjadi bekal apik mereka saat menantang Tiongkok yang merupakan unggulan kedua turnamen ini. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti juga menyatakan optimismenya.

“Peluang itu tetap ada, kami mencoba untuk positive thinking. Saya sih tidak mau berpikir berat, namanya belum mulai ya belum kalah dong. Kalau kita mau juara, harus berani. Walaupun di depan kita ada juara dunia, ya lawan saja,” kata Susy seperti dilansir Badmintonindonesia.org, Rabu (7/2/2018).

Indonesia akan mengandalkan Fitriani, Hanna Ramadini, Gregoria Mariska dan Ruselli Hartawan di nomor tunggal. Sementara di sektor ganda, Indonesia akan mengandalkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Selain itu masih ada Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani maupun Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris yang juga tak kalah apik.

Sektor ganda ini lah yang akan dimanfaatkan Indonesia untuk meraih poin. Apalagi ganda andalan Tiongkok yang merupakan pasangan rangking satu dunia, Chen Qingchen/Jia Yifan, bakal absen. Sedangkan di sektor tunggal, Chen Yufei dan He Bingjiao yang merupakan dua tunggal putri terbaik Tiongkok saat ini, akan diturunkan.

“Untuk tunggal putri, ketiga pemain punya kesempatan untuk menyumbang angka, asalkan mereka main maksimal. Yang penting anak-anak mainnya bukan cuma lepas, tapi harus semangat dan siap capek,” terang Susy.

“Kami maunya menurunkan yang terbaik, pasti kami akan berhitung soal head to head maupun peluang tiap pemain. Kalau bisa amankan poin dan juara grup kenapa tidak,” tandasnya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…