Pekerja dengan alat berat meratakan tanah pascapembongkaran bangunan semi permanen di area bantaran sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Jumat (14/7/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aprillio Akbar)
Rabu, 7 Februari 2018 22:30 WIB Feni Freycinetia Fitriani/Suara.com/JIBI Peristiwa Share :

Apa Beda "Naturalisasi" dan "Normalisasi" Sungai? Begini Jawaban Anies Baswedan

Anies Baswedan punya istilah baru, yaitu naturalisasi sungai. Apa bedanya dengan normalisasi sungai?

Solopos.com, JAKARTA — Di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, muncul beberapa istilah baru, salah satunya adalah “naturalisasi sungai”. Pertanyaan pun bermunculan, apakah “naturalisasi sungai” yang menjadi salah satu cara penanganan banjir ini sama dengan normalisasi sungai di era-era sebelumnya.

Ketika ditanya apakah naturalisasi sungai merupakan ”normalisasi sungai” yang digagas dan dilakukan pendahulunya — Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) — Anies menjawab diplomatis. Ia mengatakan, naturalisasi sungai adalah upaya agar sungai dapat mengelola air secara baik serta mengamankan air supaya tidak melimpah.

“Salah satunya ada soal naturalisasi sungai. Bagaimana sungai itu bisa mengelola air baik. Bagaimana mengamankan tidak melimpah, tapi juga ekosistem sungai dipertahankan,” ujar Anies di Jakarta Utara, Rabu (7/2/2018).

Anies mengaku memang dibutuhkan normalisasi atau naturalisasi sungai untuk mengatasi banjir di Jakarta. Menurutnya, naturalisasi lebih baik karena mempertahankan ekosistem lingkungan hidup di sekitar sungai.

“Naturalisasi bisa dikatakan bagaimana sungai itu bisa mengelola air dengan baik agar debit airnya tidak melimpah. Tetapi, ekosistem sungai yang alami dipertahankan,” kata Anies. Baca juga: Anies Baswedan Klaim “Drainase Vertikal” Sudah Jalan, Begini Penjelasannya.

Meski demikian, dia belum memberi kepastian kelanjutan program normalisasi atau pemasangan turap (sheet pile) di sungai Ciliwung. Anies mengaku sudah membicarakan hal tersebut dengan Balai Besar Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Menurutnya, saat ini fokus utama Pemprov DKI mengatasi banjir dan memastikan nasib warga yang menjadi pengungsi. Bukan memberi penjelasan terkait pembangunan turap di Sungai Ciliwung.

“Enggak mau [bahas naturalisasi]. Nanti, sampai situ dulu. Saya enggak mau berkontroversi dulu lah hari ini. Kami akan beresin dulu soal pengungsinya,” imbuh Anies.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…