Model menunjukkan uang rupiah kertas dan logam tahun emisi 2016 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12/2016). (JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat) Model menunjukkan uang rupiah kertas dan logam tahun emisi 2016 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (19/12/2016). (JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat)
Rabu, 7 Februari 2018 23:00 WIB Hadijah Alaydrus/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

2018, Cadangan Devisa Indonesia akan Capai Rekor Baru

Cadangan devisa Indonesia akan mencapai rekor baru hingga akhir 2018.

Solopos.com, JAKARTA — Reli peningkatan cadangan devisa Indonesia akan berlanjut pada 2018. Hal ini seiring agresifnya penerbitan utang pemerintah dan arus investasi asing di dalam negeri.

Sejalan dengan reli tersebut, rekor baru devisa tertinggi dipastikan terus muncul hingga akhir tahun ini. Kepala Ekonom PT Maybank Indonesia Tbk Juniman mengungkapkan peningkatan cadangan devisa akan terus berlanjut sehingga akhir tahun perkiraan cadangan devisa Indonesia diproyeksi tembus hingga US$141 miliar per Desember 2018, lebih tinggi dari rekor sepanjang sejarah pada Desember 2017 US$130 miliar.

“Akan terus berlanjut, kecuali ada kondisi global yang memicu terjadi outflow. Kalau terjadi outflow, mungkin itu ada koreksi di situ,” kata Juniman kepada Bisnis/JIBI, Kamis (7/2/2018).

Jika The Fed tetap meningkatkan suku bunga secara gradual, dia yakin akan ada outflow. Namun, outflow tersebut akan dalam tataran yang bisa dimitigasi oleh pemerintah. Adapun, sumbangan dari ekspor diperkirakan tidak banyak. Pasalnya, surplus neraca perdagangan Indonesia pada tahun ini tidak akan setinggi tahun lalu.

Tahun ini, kata Juniman, kebutuhan impor akan meningkat seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. “Sementara itu, kenaikan ekspor komoditas tidak seperti tahun kemarin. Dengan kondisi ini, neraca perdagangan yang notabennya akan sedikit lebih rendah,” ujar Juniman.

Kondisi ini akan diimbangi dengan derasnya arus investasi baik portofolio maupun investasi langsung. Bahkan, dia mengemukakan tahun politik tidak akan mempengaruhi investor untuk masuk ke Indonesia. “Tahun politik, kelihatannya investor tetap masuk karena Indonesia masih atraktif.”

Awal tahun ini, Juniman melihat adanya peningkatan cadangan devisa sudah mulai terlihat seiring arus investasi masuk di pasar modal dan surat utang. Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2018 tercatat US$131,98 miliar, lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Desember 2017 sebesar US$130,20 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman menuturkan peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang berasal dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas.

“Penerimaan devisa tersebut melampaui kebutuhan devisa terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo,” ujar Agusman.

Dari data BI, posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2018 tersebut cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Agusman menambahkan Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Posisi cadangan devisa per Januari 2018 ini merupakan rekor baru setelah rekor tertinggi dibukukan pada Desember 2017 sebesar US$130 miliar. Posisi cadangan devisa yang terus mencetak rekor ini sebenarnya dimulai pada Oktober 2017 dengan perolehan sebesar US$129 miliar.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…