Ilustrasi hama wereng pengisap tanaman padi (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi hama wereng pengisap tanaman padi (JIBI/Solopos/Dok.)
Selasa, 6 Februari 2018 16:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Wereng Batang Cokelat Serang Lahan di Lendah

Wereng menyerang dua musim terakhir

Solopos.com, KULONPROGO-Baru memasuki masa tanam kedua, petani di Kecamatan lendah sudah dilanda was-was. Pasalnya, produksi panen mereka kali ini terancam lantaran serangan hama wereng batang cokelat.

Salah satu petani di Lendah Tumiran mengatakan, serangan hama tersebut terjadi saat benih padi baru berumur dua minggu. Akibatnya, di umur yang masih relatif rentan itu, daun tanaman padi miliknya sudah terlihat menguning. “Baru saja di semai sudah menguning daunnya,” kata Tumiran saat ditemui Harianjogja.com di lahan miliknya, Senin (5/2/2018).

Dia mengaku wereng batang cokelat itu sebenarnya sudah menjadi hama rutin di lahan Lendah selama dua musim tanam terakhir. Bahkan hama itu tidak pandang bulu terhadap umur tanaman sejak masa tumbuh daun hingga hampir pemanenan.

“Sejak masa tanam pertama lalu, selalu menyerang itu yang namanya wereng,” kata petani asal Jimatan, Desa Bumirejo, Lendah itu.

Hasil produksi di wilayah Lendah pada masa tanam Januari-April tahun lalu, kata dia, mencapai sekitar 4,156 ton. Sedangkan pada Mei-Agustus (masa tanam palawija), jumlah produksi mencapai 829 kuintal. “Saat [musim tanam] September-Desember, produksinya mencapai 2,412 ton,” ucap Tumiran.

Begitu pula dengan Budi, petani asal Jetisrejo, Lendah mengungkapkan benih tanaman padi yang telah di semai di sawah juga mengalami hal serupa. Hingga saat ini, tanamannya terus menguning akibat serangan hama wereng batang cokelat. “Wereng juga membuat daun jelek, hasilnya panennya juga jelek. Bahkan tanaman yang telanjur sakit akibat hama wereng susah disembuhkan. Tanaman yang terlanjur sakit itu tidak bisa diobati dengan pupuk daun dan sebagainya,” ucapnya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…