Kondisi tanah amblas di Dusun Pringluwang, Desa Bedoyo, Ponjong, Selasa, (6/2/2018). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo) Kondisi tanah amblas di Dusun Pringluwang, Desa Bedoyo, Ponjong, Selasa, (6/2/2018). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Selasa, 6 Februari 2018 19:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Tanah Amblas di Ponjong Semakin Meluas, Belum Ada Upaya Penanganan

Petani di Dusun Pringluwang, Desa Bedoyo, Ponjong resah tanah amblas di lahan pertanian tidak kunjung ada tindakan dari pemerintah

Solopos.com, GUNUNGKIDUL--Petani di Dusun Pringluwang, Desa Bedoyo, Ponjong resah tanah amblas di lahan pertanian tidak kunjung ada tindakan dari pemerintah untuk menangani.

Baca juga : Tanah Amblas di Playen Bikin Warga Cemas

Salah seorang petani, Suyatmi, mengatakan tanah amblas tersebut sudah terjadi sekitar dua bulan lalu dan semakin parah saat hujan lebat datang.

“Sudah dari November akhir tahun lalu, namun luasnya hanya sekitar lima meter, dalamnya hanya dua meter. Saat ini luasnya sudah sampai 10 meter, kedalaman sekitar lima meter,” ujarnya, Selasa, (6/2/2018).

Dia mengatakan akibat amblas tersebut pertanian kacangnya, tidak terselamatkan. Dan hingga saat ini tanah sekitar 10 meter tersebut tidak dapat ditanami lagi.

Suyatmi juga khawatir karena saat ini masih memasuki musim penghujan, amblasan tanah di lahan persawahannya semakin melebar. Dia berharap agar pemerintah segera menangani permasalahan itu, karena dia mengatakan dulu pernah terjadi juga tanah amblas itu.

Tidak jauh dari tempat Suyatmi, amblasan tanah juga terjadi di lahan persawahan Sakino. Dia mengatakan amblasan tanah di lahannya baru terjadi sekitar satu minggu yang lalu.

“Amblasan dengan luas tiga meter dan kedalaman lima meter ini terjadi sekitar satu minggu lalu. Dulu pernah juga terjadi posisinya tidak jauh dari tempat ini, lalu saya tutup sendiri lama tapi menutupnya. Ya semoga pemerintah segera mengatasi karena takut juga kalau pergi ke sawah berbahaya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bedoyo, Supanto mengatakan sudah mengkomunikasikan peristiwa itu. “Sudah dikomunikasikan dengan pihak kepolisian, untuk ke BPBD belum, karena dinilai belum begitu fatal,” ujarnya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…