Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)
Selasa, 6 Februari 2018 20:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Sepuluh Pasar di Bantul Tak Setor Retribusi Parkir

Dishub Bantul genjot pendapatan parkir.

Solopos.com, BANTUL–Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul menargetkan peningkatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari sektor parkir pada tahun ini sebesar Rp276 juta. Oleh sebab itu, peningkatan cakupan pengelolaan parkir harus digenjot. Pasalnya hingga kini dari 24 pasar, tercatat 10 pasar yang pengelolaannya belum diampu oleh Dishub.

Kabid Lalulintas Dishub Bantul, Agus Jaka Sunarya mengatakan pihaknya masih punya beberapa pekerjaan rumah. Salah satunya masih adanya sejumlah pasar yang hingga kini belum memberikan pemasukan dari sektor parkir. Sebab menuutnya dari 24 pasar, masih ada sepuluh pasar yang pengelolaan parkirnya belum di bawah Dishub. “Pasar jadi salah satu target Dishub untuk menaikkan APBD,” katanya, Selasa (6/2/2018).

Namun Agus menyebut masih ada kendala yang jadi penyebab belum seluruh parkir pasar berada di bawah pengelolaan Dishub. Salah satunya yakni sebagian pasar yang belum bekerja sama dengan Dishub tersebut mayoritas berstatus pasar desa. Sektor parkir di pasar desa, menurut Agus cukup sulit untuk diampu. Pasalnya pengelolaannya didasarkan atas peraturan desa (Perdes) yang mengatur retribusi pasar dan parkir, bukan mengikuti Perbup yang ada. Sedangkan retribusi ini biasanya digunakan sebagai sumber pendapatan desa. “Tapi kami berharap sepuluh pasar itu bisa bekerja sama pada 2018 ini. Apalagi target tiap tahun selalu meningkat,” imbuhnya.

Kepala Dishub Bantul, Aris Suharyanta membenarkan hal tersebut. Menurutnya target APBD dari sektor parkir pada 2018 ini mengalami peningkatan sebesar Rp276 juta. Namun demikian, Aris menyebut realisasi pendapatan parkir selama 2017 lalu juga telah melampaui target minimal. Dishub menurutnya berhasil mencapai angka Rp270 juta dari target sebesar Rp250 juta.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…