Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berjalan memasuki gedung untuk melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, kepada Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (6/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Rivan Awal Lingga)
Selasa, 6 Februari 2018 19:30 WIB Sholahuddin Al Ayyubi/JIBI/Bisnis Hukum Share :

SBY Ingin Jerat Pengacara Setnov dengan 3 Pasal Sekaligus

SBY melaporkan Firman Wijaya, pengacara Setya Novanto, ke Bareskrim dengan tuduhan pelanggaran tiga pasal sekaligus.

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi mempolisikan pengacara Firman Wijaya ?ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan LP/187/II/2018/Bareskrim tertanggal 6 Februari 2018 atas tuduhan perbuatan melanggar UU ITE, melakukan pencemaran nama baik, dan fitnah.

Presiden ke-6 RI tersebut menilai perbuatan yang dilakukan Firman Wijaya telah melanggar batas sebagai seorang pengacara karena menebarkan fitnah dan mencemarkan nama baik SBY terkait kasus korupsi e-KTP. Beberapa pasal yang akan digunakan SBY untuk menjerat Firman Wijaya adalah Pasal 310, Pasal 311 KUHP Junto 27 ayat 3, dan UU ITE.

“Saya sebagai warga negara yang menaati hukum tetapi juga ingin mencari keadilan dan secara resmi saya melaporkan ?saudara Firman Wijaya yang saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya terkait masalah e-KTP,” tuturnya, Selasa (6/2/2018).

SBY optimistis penegak hukum dapat bekerja dengan professional untuk mengusut perkara tersebut? hingga tuntas. Dia mengatakan pihaknya akan menyerahkan perkara tersebut kepada penasihat hukumnya dan hasilnya kepada Allah SWT.

“Selebihnya saya akan serahkan masalah ini kepada kuasa hukum ?saya dan Allah SWT, sudah ya,” katanya.

Sebelumnya, Firman Wijaya telah mengungkap fakta persidangan dari keterangan saksi telah menyebutkan siapa sebenarnya aktor besar di balik proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Berdasarkan keterangan saksi, menurut Firman, proyek e-KTP dikuasai oleh pemenang pemilu pada 2009, yakni Partai Demokrat dan SBY. Adapun, saksi yang dimaksud Firman adalah mantan politikus Partai Demokrat, Mirwan Amir.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…